Pilu Keluarga Korban Usai Insiden Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

- 2 Oktober 2022, 16:30 WIB
Amarah salah satu keluarga korban dalam insiden di Stadion Kanjuruhan.
Amarah salah satu keluarga korban dalam insiden di Stadion Kanjuruhan. /Twitter @TheInsiderPaper dan @bbbbaall

PIKIRAN RAKYAT – Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022 hanya menyisakan kesedihan dan amarah bagi keluarga korban.

Bagaimana tidak? Ratusan orang harus meregang nyawa usai menonton laga pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya tersebut.

Diketahui, kerusuhan yang menyebabkan 187 nyawa orang melayang itu bermula dari rasa kekesalan salah satu oknum Aremania yang tidak terima saat klub bola kesayangannya yaitu Arema FC kalah atas Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Kemudian, sejumlah oknum Aremania itu pun turun ke lapangan untuk menunjukkan bentuk kekecewaan mereka. Melihat aksi tersebut, pihak Kepolisian pun menembakkan gas air mata.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Tewaskan 187 Jiwa, Terbesar Kedua di Dunia Setelah Pertandingan ‘Berdarah’ Estadio Nacional

Sayangnya, hal tersebut justru membuat kondisi Stadion Kanjuruhan makin kacau hingga menyebabkan ratusan nyawa melayang. Tentu, kejadian ini pun membuat keluarga korban merasa geram dan emosi.

Salah satu bentuk amarah keluarga korban tersebut terlihat dalam akun Twitter @bbbbaall. Akun itu mengatakan bahwa keponakannya yang masih berusia belia turut menjadi korban meninggal dalam insiden kerusuhan tersebut.

3 keponakan saya seusia smp dan sma meninggal akibat insiden di Kanjuruhan semalam,” katanya dalam keterangan, Minggu, 2 Oktober 2022.

Lebih lanjut, akun Twitter @bbbbaall itu pun mengutuk perbuatan pihak yang membuat keponakannya harus meregang nyawa.

Halaman:

Editor: Nopsi Marga


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x