Sepak Bola Jadi Kuburan, Indonesia 2022 dan Peru 1964

- 2 Oktober 2022, 16:20 WIB
Kerusuhan yang terjadi di Stadion Estadio Nacional, pada 24 Mei 1964 yang menewaskan sekitar 325 suporter pendukung tuan rumah.
Kerusuhan yang terjadi di Stadion Estadio Nacional, pada 24 Mei 1964 yang menewaskan sekitar 325 suporter pendukung tuan rumah. /Tangkapan layar YouTube This Day In History

PIKIRAN RAKYAT – Sepak bola adalah permainan yang sejatinya bisa membuat orang yang menyaksikannya bahagia.

Permainan indah dari kaki ke kaki antarpemain, adu taktik antarpelatih, dan perebutan gelar yang sportif sesungguhnya menjadi marwah dalam sepak bola.

Pianis legendaris Rusia, Dmitri Shostakovich menyebut bahwa sepak bola bak tarian balet. Pendek kata, permainan yang mampu menghipnotis jutaan penontonnya di seluruh dunia.

Lain dari itu, mungkin tidak. Apalagi jika mengundang kerusuhan yang menyebabkan hilangnya nyawa, yang sebelumnya mungkin tidak pernah terbayangkan.

Sepak bola dalam beberapa tahun terakhir tak hanya menonjolkan kualitas permainan dengan strategi-strategi mematikan yang membius penonton. Namun, diwarnai superioritas massa antarsuporter.

Bahkan kerusuhan terkadang dipicu hal-hal seperti ejekan antarsuporter yang tidak rela klub kesayangannya kalah.

Hal itu kemudian menjadi pemantik kerusuhan sehingga membuat nyawa orang-orang yang tidak berdosa itu hilang di dalam stadion.

Tragedi akhirnya terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang dalam BRI Liga 1 musim 2022-2023 yang mempertemukan Arema FC dengan Persebaya Surabaya, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Menurut laporan per 2 Oktober 2022 sore, tragedi Kanjuruhan menjadi tragedi kerusuhan yang menelan korban jiwa hingga 187 orang.

Halaman:

Editor: Puput Akad Ningtyas Pratiwi

Sumber: The Guardian football-stadiums.co.uk history.com

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x