Aremania Sesalkan Tindakan Polisi yang Tembak Gas Air Mata ke Arah Tribun Penonton di Stadion Kanjuruhan

- 2 Oktober 2022, 06:35 WIB
Asap gas air mata memenuhi tribun penonton di Stadion Kanjuruhan, hingga kepanikan terjadi.
Asap gas air mata memenuhi tribun penonton di Stadion Kanjuruhan, hingga kepanikan terjadi. /Instagaram/akmalmalhiri

PIKIRAN RAKYAT – Ratusan orang jadi korban akibat mendukung tim sepakbola kesayangan, padahal sepakbola adalah salah satu penggerak ekonomi Indonesia.

Puluhan ribu tiket terjual dalam sebuah laga dan dipastikan miliaran uang beredar mendongkrak perekonomian.

Namun sayang, potensi ekonomi tersebut tercoreng lantaran adanya potensi kerusuhan dan kecurigaan antara aparat dan suporter.

Aremania menyesalkan tindakan aparat yang menembakan gas air mata kearah tribun penonton yang menyebabkan kepanikan.

Baca Juga: Sejarah Terkelam Sepakbola Indonesia: 125 Suporter dan 2 Polisi Tewas Saat BRI Liga 1 Arema FC vs Persebaya

Padahal kondisi stadion Kanjuruhan yang hanya memiliki satu pintu tak memungkinkan massa untuk bubar secara cepat.

Seyogyanya, tujuan gas air mata adalah untuk membubarkan massa bukan untuk membunuh massa.

Akibatnya, penonton yang panik harus berdesakan, terhimpit, dan terinjak-injak, hingga ratusan korban meninggal. Bahkan FIFA sendiri sudah melarang penggunaan gas air mata di dalam stadion.

Dalam sebuah video yang beredar, tampak tribun yang sudah ditutupi asap gas air mata sehingga para penonton panik.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x