Sabtu, 30 Mei 2020

Direksi Mundur, PT LIB Masih Tinggalkan Utang Subsidi ke Banyak Klub

- 19 Mei 2020, 17:51 WIB
DIREKTUR Utama Liga Indonesia Baru (LIB) Cucu Somantri menjawab pertanyaan para pewarta di sela-sela pertandingan Liga 1 antara Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri yang dimainkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu, 29 Februari 2020.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru (LIB), Senin, 18 Mei 2020, masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah.

Jangankan membicarakan soal skema lanjutan kompetisi profesional, LIB justru ditinggal oleh empat jajaran direksi yang memutuskan mundur dan meninggalkan utang.

Agenda utama dari RUPS kemarin adalah laporan kegiatan perseroan periode Februari-Mei 2020, laporan keuangan perseroan periode Januari-Mei 2020, proyeksi bisnis perseroan tahun 2020, kelanjutan kompetisi dan pembayaran subsidi klub tahun 2020, pengunduran diri komisaris independen dan hal-hal lain yang perlu dibahas.

Baca Juga: 20 Laga Bersama Persib di Liga 1, Nick Kuipers Catat 2 Gol yang Satu Momen Selamatkan Maung Bandung

Dari hasil RUPS, Direktur Utama LIB Cucu Somantri, serta tiga komisaris Sonhadji, Hasani Abdulgani, dan Halim Putratama memilih mundur karena merasa perlu ada regenerasi di kepengurusan LIB.

Mereka menepis anggapan bila mereka meninggalkan tanggung jawab. Keputusan itu pun diklaim sudah diamini oleh para pemegang saham.

"Istirahat dululah gantian dengan sama exco yang lain. Biar mereka juga bekerja kan. Nanti kan kalau sudah ada pengalaman, kita enak diskusinya. RUPS tadi normal-normal saja, tentu ada yang setuju dan ada yang tidak, tapi mayoritas mereka setuju dengan keputusan kami mundur. Kondisi menghangat saat kami berbicara mengenal laporan keuangan dan laporan kegiatan. Itu jadi topik bahasan yang menarik," ujar Hasani Abdulgani menanggapinya saat dihubungi wartawan, Selasa, 19 Mei 2020.

Baca Juga: Statistik Persib: Striker Persib yang Mampu Samai Rekor Gol Sutiono Lamso

Menarik, karena para pemegang saham yang mayoritas adalah klub-klub peserta Liga 1 sempat mempertanyakan sejumlah pengeluaran LIB, dan kenapa mereka tidak mendapatkan uang subdisi yang cukup lama tertahan.

"Kami (direksi) tadi menjelaskan, dengan kompetisi berhenti yang sponsor tidak masuk. Jadi dana yang ada di kas dimaksimalkan, makanya kontribusi dananya jadi tidak lancar. Mereka (pemegang saham), bila saya tangkap tadi, berpikir LIB sudah ada dana sponsor yang masuk dan banyak," katanya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X