Kamis, 28 Mei 2020

PSSI Akan Hapus Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Musim 2020?

- 8 April 2020, 16:37 WIB
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. /FIKRI YUSUF

PIKIRAN RAKYAT - PSSI kemungkinan akan menghapus kompetisi profesional Liga 1 dan Liga 2 bila mana hingga awal Juli status darurat bencana terkait pandemi virus corona (COVID-19) masih diperpanjang pemerintah. PSSI kini tengah mempersiapkan Surat Keputusan No. 43 terkait dengan kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

"Apabila Covid berhenti pada 29 Mei, maka Liga akan bergulir lagi mulai 1 Juli 2020. Ada waktu enam bulan untuk menyelesaikan kompetisi. Itu pun ada opsi lain, misalnya September bisa selesai, kami akan izin pemerintah untuk kembali mengadakan kompetisi khusus seperti Liga Indonesia atau semacamnya. Itu dilakukan untuk mengisi kekosongan yang ada hingga akhir tahun," ujar Ketua PSSI Mochamad Iriawan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) virtual dengan Komisi X DPR RI, Rabu 8 April 2020.

Tapi, bila mana pemerintah belum mencabut status darurat COVID-19, menurutnya, pihaknya tidak akan bisa melanjutkan kompetisi. Hingga besar kemungkinan musim kompetisi 2020 akan dianggap tidak ada.

Baca Juga: UI Ciptakan Aplikasi Penghimpun Data Ketersediaan APD untuk Bantu Petugas Medis

"Kalau Juni atau Juli pemerintah belum mencabut larangan ini, maka kompetisi tidak akan kita lanjutkan baik Liga 1 atau Liga 2. Kami akan terbitkan surat no.43 terkait dengan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 ini. Surat sedang kami buat untuk nanti disebarkan ke klub-klub," tambah Iriawan memperjelas.

Sebelum menghentikan kompetisi, awalnya PSSI telah memiliki beberapa opsi untuk tetap membuat kompetisi Liga 1 dan 2 ini berjalan, mengingat ada kepentingan berbagai pihak terkait. Salah satu opsinya adalah menggelar kompetisi tanpa penonton, dan itu pun menurut Iriawan sempat disampaikan pihaknya kepada FIFA untuk dimintai pendapatnya.

Opsi tanpa penonton ini pun juga menjadi salah satu pertanyaan anggota dewan dalam RDPU kemarin.

Baca Juga: Hanya Boleh Kirim Barang saat PSBB, Ojol Minta Diizinkan Antar Penumpang saat Darurat

"FIFA ketika itu telah memberikan suratnya yang menyatakan memberikan pilihan ke masing-masing federasi terkait soal pelaksanaan kompetisi dengan catatan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan semua pihak. Tapi karena ODP (orang dalam pemantauan) meningkat terus, hingga kami putuskan memberhentikan akhirnya. Tapi aksesnya memang sangat besar bagi klub bila digelar tanda penonton," tuturnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X