Jamie Carragher Kritik Kebijakan Liverpool saat Tangani Krisis Finansial akibat COVID-19

- 5 April 2020, 18:41 WIB
Pelatih Liverpool Juergen Klopp.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Krisis finansial sedang menjadi ancaman bagi banyak tim sepak bola akibat wabah COVID-19 yang melanda ke banyak negara di dunia.

Akibat wabah virus corona ini, banyak kompetisi ditunda sehingga klub sulit mendapatkan penghasilan, terutama dari penjualan tiket pertandingan dan hak siar televisi. Sementara klub punya banyak karyawan yang mesti digaji setiap bulannya.

Salah satu klub yang merasakan dampak ini adalah calon juara Liga Primer Inggris musim ini, Liverpool.

Dalam menyiasati krisis ini, Liverpool memanfaatkan bantuan pemerintah Inggris untuk menggaji staf-stafnya.

Pemerintah Inggris memang membuat program "The Coronavirus Job Retention" selama wabah COVID-19 melanda Inggris.

Program itu ditujukan untuk membayar 80 persen gaji karyawan klub per bulannya. Dua puluh persen sisanya akan dilunasi oleh klub.

Namun, langkah Liverpool ini mendapatkan kritik keras dari pengamat sepak bola sekaligus salah satu legenda Liverpool, Jamie Carragher.

"Jurgen Klopp telah menunjukkan rasa simpati untuk semua pihak sejak awal pandemi ini. Begitu pula para pemain senior yang rela gajinya dipotong," ujar Carragher melalui akun Twitter pribadinya.

"Tapi, semua rasa hormat itu sirna akibat keputusan ini. Liverpool sangat mengecewakan."

Halaman:

Editor: Rizki Laelani


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X