Kamis, 2 April 2020

BOPI Beri Waktu LIB untuk Lengkapi Dokumen Guna Keluarnya Rekomendasi Liga 1

- 13 Februari 2020, 18:27 WIB
EKSPRESI kegembiraan sejumlah pemain Persela Lamongan saat gol bunuh diri pemain Persib Bandung Achmad Jufrianto pada pertandingan Shopee Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa 3 Desember 2019.* /ARMIN ABDUL JABBAR/PR

PIKIRAN RAKYAT - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memberikan waktu hingga 21 Februari mendatang bagi PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 musim 2020 untuk melengkapi semua dokumen yang diperlukan untuk keluarnya rekomendasi.

Masih ada dokumen tiga klub promosi yang masih harus dilengkapi. Hal tersebut diungkapkan Ketua BOPI Richard Sambera usai rapat koordinasi dengan pihak LIB yang diwakili oleh Komisaris dan Direksinya, seperti Cucu Sumantri, Endri Erawan, Hasani Abdulgani, dan Yunus Nusi di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis 13 Februari 2020.

Syarat untuk kelengkapan dokumen yang dimaksud adalah harus ada catatan penyelesaian tunggakan hak dan kewajiban dari klub kepada pemain.

Baca Juga: 7 Fakta Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Sulawesi Tengah, dari Transfer Ilmu dengan Pakar Reptil Australia hingga Alasan Sulitnya Penangkapan

"Untuk kelengkapan dokumen, apa yang sudah disampaikan tahun lalu tidak perlu diperjelas lagi isinya untuk mempercepat proses. Dokumen yang sama tidak perlu dikirim lagi, kecuali tiga klub baru, Persita Tangerang, Persik Kediri, Persiraja Banda Aceh yang harus menyerahkan seluruh kelengkapan dokumen," katanya.

loading...

Richard percaya bahwa LIB akan melengkapi semua dokumen sepekan sebelum pelaksanaan Liga 1 bergulir dengan kondisi lengkap dan tuntas semua. Hal tersebut guna memperlancar proses penerbitan rekomendasi agar LIB dan klub memiliki waktu untuk mempersiapkan kick off.

Untuk saat ini pihak menegaskan hanya berkonsentrasi untuk pelaksanaan Liga 1 terlebih dahulu yang akan bergulir pada 29 Februari mendatang. Tapi pihaknya juga tidak ingin ada lagi situasi seperti yang terjadi di klub Kalteng Putra yang saat ini sudah terdegradasi ke Liga 2. Belum membayar gaji pemainnya untuk Liga 1 2019.

Baca Juga: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Sebut Berhasil Lakukan Operasi Kemanusiaan bagi WNI Terobservasi Virus Corona di Natuna

"Untuk tunggakan tim degradasi Liga 1 maupun utang Liga 2 untuk musim kompetisi 2017-2018, nanti prosesnya menyusul Kami akan tentukan nanti, karena konteksnya hari ini untuk Liga 1 dulu. Untuk dokumen klub Liga 1 bagi yang masuk kurang mohon segera dilengkapi. Utamanya harus ada catatan tunggakan hak dan kewajiban dari klub kepada pemain," tukasnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X