Eks Pemain Manchester City Beri Kesaksian Selalu Takut dan Tak Aman dengan Polisi di Amerika

3 Juni 2020, 17:54 WIB
KEMATIAN George Floyd menyulutkan demonstrasi di 50 negara bagian Amerika Serikat (AS).* /AFP/Jose Luis MAGANA

PIKIRAN RAKYAT - Eks Pemain Manchester City, Nedum Onuoha, memberikan kesaksian bahwa dirinya selalu ketakutan dengan polisi-polisi di Amerika Serikat.

Sejak tahun 2018, Onuoha bergabung dengan klub asal Utah, Amerika Serikat, Real Salt Lake yang berkompetisi di Major League Soccer (MLS).

"Aku sebenarnya tak ingin mengatakan ini, tapi aku punya ketakutan dan ketidakpercayaan kepada polisi di sini (Amerika). Aku suka tinggal di sini, tapi di sisi lain, aku tak pernah bisa merasa 100 persen aman," sebut pemain asal Nigeria itu dikutip Pikiran-rakyat.com (PR) dari Reutrers.

Selama tinggal di Amerika, ancaman kematian bisa dihadapi Onuhoa kapan saja. Terutama, jika perilakunya disalahpahami kepolisian.

"Ketika bentuk ancaman itu adalah kekerasan dan datang dari kepolisian yang menyalahpahamiku, aku bisa mati. Aku merasakan ancaman itu setiap hari," ujar Onuoha.

Onuoha mengaku merasa lebih aman tinggal di Inggris karena ketika sesuatu yang salah dilakukannya, tidak akan sampai pada ancaman kematian.

Pada tanggal 25 Mei 2020, seorang warga kulit hitam Amerika Serikat, George Floyd, tewas karena perlakuan sewenang-wenang polisi di Kota Minneapolis.

Floyd tewas setelah lehernya ditindih oleh lutut seorang polisi selama sekitar 7 menit hingga dirinya kesulitan bernapas.

Terbunuhnya George Floyd telah memicu amarah warga kulit hitam lainnya di Minneapolis sehingga menyebabkan protes besar dan kerusuhan selama berhari-hari.***

Halaman:

Tags

Terkini

Terpopuler