Ahli Neuropsikologi Sebut Video Call dengan Teman Dapat Kurangi Depresi Selama Karantina

- 27 Maret 2020, 16:45 WIB
ILUSTRASI video call.* /PIXABAY

Melihat orang yang dikenal seperti rekan kerja, teman, atau keluarga, melalui Video Call akan mengaktifkan otak Sobat Belia dengan cara yang sama seperti melihat mereka secara langsung.

Pada umumnya manusia senang melihat wajah-wajah lain, otak kita mengembangkan kemampuan untuk mengenali dan merespons wajah pada usia lima bulan.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Buruk Kerja dari Rumah yang Wajib Diubah Mulai dari Sekarang

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Neurology pada 2019 menemukan bahwa ada bagian-bagian tertentu dari korteks visual yang ditujukan untuk memindai dan menafsirkan wajah orang lain, termasuk emosi mereka.

Segala macam interaksi sosial sangat penting bagi kesehatan otak, tetapi kontak visual dengan orang lain tampaknya sangat baik untuk diri kita.

Studi menunjukkan bahwa panggilan video, tidak seperti panggilan telepon, ini juga dapat membantu kesehatan emosional.

loading...

Baca Juga: Update Virus Corona di Indonesia per Jumat Sore, 27 Maret 2020: Total Positif 1.046, 87 Meninggal

Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam The American Journal of Geriatric Psychiatry mengamati hampir 1.500 orang dewasa yang lebih tua di AS, yang lebih mungkin terisolasi secara sosial.

Dan menemukan bahwa menggunakan video call untuk tetap terhubung dapat mengurangi gejala depresi hampir 50 persen dibandingkan dengan audio.***

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Bustle


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X