Sabtu, 25 Januari 2020

Asal-Usul Bulan Hantu dalam Kepercayaan Tionghoa, Simak Cara Menghindarinya

- 16 Januari 2020, 14:26 WIB
ILUSTRASI kelenteng sebagai tempat ibadah kaum Tionghoa.* /Pexels

PIKIRAN RAKYAT - Pandangan tradisional tentang kematian di negara Tiongkok berbeda dari pandangan tradisional kematian di masyarakat Barat.

Seorang sejarawan dari Universitas California, Berkeley yang bernama Nick Tackett telah mempelajari ritual kematian tradisional Tiongkok, terutama yang berasal dari periode Song dan Liao.

Dipercayai pula bahwa roh orang yang meninggal terpisah menjadi dua bagian, yang dapat disebut sebagai dua jiwa. Kedua jiwa tersebut yang satu dapat tinggal di dunia sementara yang lainnya pergi menuju leluhur.

Baca Juga: Hadiah Ulang Tahun yang Cocok untuk Capricorn, dari Keranjang hingga Dompet Kulit

Sehingga hal tersebut, membuat plakat yang disimpan di tempat-tempat suci, rumah, hingga kuil perlu diberi makan terus menerus sebab ada jiwa yang kelaparan.

Tackett juga menjelaskan bahwa persembahan di altar leluhur mampu memuaskan jiwa orang yang meninggal.

Tetapi bila sesuatu menjadi kacau, misalnya ada kerabat yang mengabaikan tugas memberi makan, pemakaman yang tidak patut, atau urusan yang belum selesai di bumi maka jiwa orang yang sudah mati dapat keluar dari kubur sebagai hantu kelaparan.

Baca Juga: Arti Garis Tangan yang Membentuk Huruf V, dari Diberkati Kekayaan hingga Teman yang Baik

Biasanya hantu tersebut jarang ikut campur dalam urusan orang hidup, hanya saja mulai hari ke 15 dari bulan ketujuh kalender lunar Tiongkok, kira-kira pada bulan Juli - Agustus, gerbang dunia bawah terbuka. Memungkinkan kawanan hantu yang kelaparan berkeliaran dengan bebas untuk satu bulan.

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X