Cara Mengatasi Patah Hati dari Sisi Psikologi

- 15 Desember 2019, 10:13 WIB
ILUSTRASI patah hati. /Pexels

PIKIRAN RAKYAT - Patah hati adalah sebuah kekecewaan terhadap sesuatu yang diharapkan tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.

Jatuh cinta memang sangat membuat hati terasa senang, tetapi jika sudah patah hati rasanya terasa seperti akhir dunia.

Ketika hubungan asmara berakhir, Sobat Belia tentunya tak serta merta melupakannya.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 14 Desember 2019: Hari Baik Bagi Taurus, Aquarius Harus Coba Memahami Pasangan

Apalagi, yang sangat mengganggu adalah ketika Sobat Belia masih terbayang akan wajah dan kenangan tentangnya di masa lalu, saat masih bahagia bersama pasangan.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Independent, seorang psikolog menyebut patah hati membuat otak Sobat Belia merespons dengan cara yang sama terhadap pecandu narkoba yang berhenti mengkonsumsi obat-obatan.

Tetapi seperti hal nya pecandu, mereka yang mengalami patah hati perlu berpikir secara rasional.

Baca Juga: 7 Kepribadian Seseorang Menurut Posisi Duduknya, Kaki Menyilang Cenderung Terkait dengan Sifat Pendiam

Kepastian atau memahami alasan dibalik perpisahan itu bisa terjadi itu adalah salah satu solusinya.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X