Rabu, 11 Desember 2019

Yuk, Kenali Lebih Dalam Gedung Sate Kebanggaan Warga Jabar Ini!

- 4 Oktober 2019, 09:20 WIB
GEDUNG Hebe, yang diserap dari singkatan GB atau Gouvernements Bedrijven. Saat ini gedung yang dibangun pada 27 Juli 1920 itu, terkenal dengan nama Gedung Sate.*/DOK. YOUTUBE

SEBAGAI Sobat Belia, khususnya yang tinggal di Bandung Raya, pasti tahu dong dengan Gedung Sate. Gedung yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat sekaligus kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini cukup popular karena merupakan warisan sejarah bangsa yang dikenal skala nasional bahkan internasional. 

Umurnya 99 tahun saat ini, Gedung Sate masih kokoh berdiri dan menjadi saksi perjalanan pemerintahan Jawa Barat menuju tercapainya masyarakat yang gemah ripah repeh rapih kerta raharja. Gedung Sate ini dibangun pada 27 Juli 1920.

Semula, gedung indah ini disebut Gedung Hebe, yang diserap dari singkatan GB atau Gouvernements Bedrijven. Namun sejak 1960-an, masyarakat Bandung dan sekitarnya memberi nama Gedung Sate. sebutan ini terus dipakai hingga sekarang. 

Alasannya, tak lain karena di puncak menara gedung terdapat tusuk sate dengan enam ornamen berbentuk jambu air. Konon, keenam ornamen tersebut melambangkan modal awal pembangunan pusat pemerintahan sebesar enam juta Gulden. Tusuk sate yang tertancap di puncak bangunan ini semakin menguatkan ciri khasnya.

Setelah sekian lama menjadi pusat kegiatan jawatan pekerjaan umum, pada 1982 Gedung Sate beralih fungsi menjadi pusat pemerintahan Jawa Barat. semenjak itu pula Gedung Sate memiliki sebutan baru, yakni Kantor Gubernur. Ruang kerja gubernur dan wakilnya terletak di lantai dua. Ruangan ini dibangun pada tahun 1989 dan hingga kini lebih dikenal dengan sebutan gedung baru.

Sobat Belia tahu enggak bentuk Gedung Sate? Gedung Sate ini berbentuk bangunan persegi panjang, membentang dari selatan ke utara, dan bersumbu lurus ke tengah-tengah Gunung Tangkubanparahu. Sayap timur gedung sate ditempati kantor pusat pos dan giro yang pada tempo dulu disebut PTT. Sedangkan bangunan tambahan pada sayap barat, merupakan gedung DPRD Propinsi Jawa Barat yang baru dibangun sejak tahun 1977. 

Di bagian timur dan barat Gedung Sate terdapat dua ruangan besar yang mengingatkan pada ruang dansa (ballroom) yang sering terdapat pada bangunan Eropa. Kedua ruangan ini diperindah dengan dua lampu gantung. Tidak diketahui jelas, kedua ruangan besar ini digunakan untuk kegiatan apa pada masa kolonial Belanda. 

Namun untuk diketahui Sobat Belia, sejak menjadi pusat pemerintahan provinsi Jawa Barat, keduanya dikenal dengan sebutan aula barat dan aula timur. Tempat ini sering digunakan untuk berbagai kegiatan atau acara resmi. Di sekeliling kedua aula ini terdapat ruangan-ruangan yang ditempati beberapa biro beserta stafnya.

Di lantai paling atas Gedung Sate terdapat menara yang tidak dapat dilihat langsung dari bawah. untuk menuju bangunan teratas di gedung ini dapat menaiki tangga kayu atau menggunakan lift. Terdapat enam tangga yang harus dinaiki. Setiap tangga memiliki 10 anak tangga. Sementara lift baru dibangun pada tahun 1998. 


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X