Selasa, 28 Januari 2020

[BELIA] Enam Sastrawan Andal Indonesia yang Karyanya Tak Lekang oleh Waktu

- 18 Juli 2019, 11:23 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

DILANSIR dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sastra adalah bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). Menurut Sumardjo dan Saini (1998:3) dalam buku Studi dan Pengkajian Sastra: Perkenalan Awal Terhadap Ilmu Sastra (2: 2014), sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, membangkitkan pesona dengan alat bahasa.

Sastra terdiri dari dua macam yaitu puisi dan prosa. Contoh puisi seperti puisi dan pantun sedangkan prosa seperti novel, cerpen, dan drama. Sobat Belia! Setelah membaca pengertian diatas, apakah membuat kalian penasaran siapa saja sih sastrawan Indonesia yang mempunyai karya-karya andal dan sudah diakui oleh dunia? Belia akan memberitahu siapa saja sastrawan yang dimaksud. Berikut sastrawan andal tersebut:

Pramoedya Ananta Toer

Bagi penggila sastra mustahil rasanya jika tidak mengenal sosok eyang Pramoedya Ananta Toer. Pram sapaannya lahir di Blora, 6 Februari 1925. Selama hidupnya ia telah menghasilkan lebih dari 50 karya. Pram pernah meringkuk di penjara karena karyanya dianggap berhaluan kiri (komunis). Karya yang paling dikenal yaitu tertralogi buru. Jika Sobat Belia sudah membaca artikel sebelumnya, yang membahas tentang fakta novel Bumi Manusia pastinya tahu apa yang dimaksud Tetralogi Buru. Tetralogi Buru merupakan novel yang mempunyai empat serial yaitu; Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Karena karya bung Pram sangat luar biasa, ia mempunyai banyak penghargaan yaitu Ramon Magsaysay Award, Wertheim Award, UNESCO Madanjeer Singh Prize, Doctor of Humane Letter, dan masih banyak lagi. Dan baru-baru ini salah satu roman Tetralogi Buru yang termasyhur yaitu Bumi Manusia difilmkan yang dan akan tayang pada 15 Agustus 2019 nanti.

Salah satu perkataan Pram yang membekas di pembaca adalah “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyrakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

Chairil Anwar

“Mampus kau dikoyak-koyak sepi” yang merupakan penggalan sajak (sia-sia 1943) Chairil Anwar sudah menjadi ungkapan umum bagi masyarakat Indonesia. 

Chairil Anwar lahir di Medan, 26 Juli 1922. Ia dianggap sebagai tonggak sastra di tahun 1945-an. Karyanya menyuarakan tentang pemberontakan dari segala penindasan.  “Aku” adalah karyanya yang familiar untuk pencinta sastra loh Sobat Belia. Ini penggalan puisinya: 

Aku adalah binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

WS Rendra

Siapa yang tak mengenal W.S. Rendra? Sastrawan yang mempunyai nama asli Willibrordus Surendra Broto lahir di Solo, 7 November 1935. Rendra memiliki karya-karya hebat dan menakjubkan. Ia dijuluki sebagai “Burung Merak”, nama itu diberi oleh sahabat Rendra dari Australia saat ia mengunjungi Indonesia. Rendra menjadi guide temannya tersebut dan ingin mengenalkan budaya Indonesia, lalu mengajaknya ke Kebun Binatang Gembiraloka. 

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X