Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Berawan, 20.8 ° C

SMAN 1 Bandung Terapkan Sistem SKS, Memungkinkan Siswa Lulus Lebih Cepat

Ari Nursanti
KEPALA Sekolah SMAN 1 Bandung, Drs. Dadang Yani Zakaria bersama para siswa.*/DOK. ARI NURSANTI/PR
KEPALA Sekolah SMAN 1 Bandung, Drs. Dadang Yani Zakaria bersama para siswa.*/DOK. ARI NURSANTI/PR

TENTUNYA Sobat Belia sudah tak asing dengan program akselerasi atau percepatan pembelajaran. Dengan masuk dalam kelas khusus akselerasi, siswa-siswa yang cerdas dan bernilai tinggi akan mendapatkan materi pembelajaran yang dipadatkan sehingga mereka akan lebih cepat meraih kelulusan. 

Nah, sedikit berbeda dengan kelas khusus akselerasi, SMAN 1 Bandung pada tahun ini telah menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS) yang juga memberikan peluang bagi siswanya untuk bisa lulus hanya dalam 4 semester saja atau lebih cepat dari yang seharusnya. 

SMAN 1 Bandung*/DOK. SMAN 1 BANDUNG

"Semua siswa start-nya sama. Namun bagi siswa yang memang belajarnya lebih baik akan mendapatkan materi-materi baru lebih cepat dibandingkan teman-temannya. Namun, berbeda dengan akselerasi, dalam hal ini tidak ada pemadatan materi secara khusus. Jadi semua tergantung pada siswanya sendiri. Semakin ia baik dalam belajar semakin banyak materi pelajaran yang bisa ia selesaikan dengan cepat sehingga ia akan lulus dengan cepat pula," ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Bandung, Drs. Dadang Yani Zakaria, saat ditemui Belia diruangan kerjanya, Senin 14 Oktober kemarin. 

KEPALA Sekolah SMAN 1 Bandung, Drs. Dadang Yani Zakaria.*/DOK. ARI NURSANTI/PR

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa penggunaan sistem SKS ini merupakan konsekuensi dari terpilihnya SMAN 1 Bandung sebagai salah satu sekolah rujukan. Sistem SKS ini juga diterapkan di SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, SMAN 4 Bandung, dan SMAN 10 Bandung.

Perlu digarisbawahi ya Sobat Belia, sistem SKS ini tidak mempersulit siswa dalam belajar, tetapi SKS memberikan wadah atau hak kepada peserta didik sesuai dengan kompetensinya. Sistem SKS ini sangat berbeda dengan yang diterapkan pada perguruan tinggi. Dengan menggunakan SKS, siswa diajarkan lebih banyak belajar secara mandiri. Sistem SKS ini sangat efektif bagi siswa untuk menguasai materi pembelajaran.

SMAN 1 Bandung*/DOK. ARI NURSANTI/PR

Dan juga untuk diketahui oleh Sobat Belia, semua sekolah yang menerapkan sistem SKS ini harus memiliki Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) yang disusun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sekolah sebagai buku panduan dan bahan ajar siswa.

Jumlah SKS yang harus diselesaikan siswa bergantung pada jumlah UKBM di masing-masing mata pelajaran yang dikerjakan siswa. Jadi perhitungan satu SKS bukanlah satu UKBM atau satu Kompetensi Dasar pada mata pelajaran tertentu. Bisa juga, seperti Fisika yang punya enam UKBM pembahasan dan itu bisa beberapa kali pertemuan selesai jika siswa benar-benar memahami.

AULA Bersatu yang berlokasi di SMAN 1 Bandung.*/DOK. ARI NURSANTI/PR

Nah, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap buku panduan UKBM yang diberikan, siswa harus mengikuti tes pemahaman. Dan jika berhasil melalui tes pemahaman, siswa akan mengikuti tes normative untuk mengikuti UKBM selanjutnya. Namun bagi yang belum berhasil melalui tes pemahaman maka siswa akan diminta untuk kembali mengulang pembelajarannya. 

Sisi positif dari sistem ini adalah, siswa bisa lulus lebih cepat tanpa tekanan dan sesuai kemampuan siswa. Mereka juga belajar mandiri dan bertanggungjawab terhadap pemahaman pembelajaran mereka. Sobat Belia harus belajar lebih giat dan semangat ya, siapa tahu ada salah satu Sobat Belia yang bisa lulus hanya dalam empat semester saja di bangku SMA.***

Bagikan: