Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Flag Football, Versi Aman dari American Football

Sobat Belia
FLAG Football SMAN 25 Bandung.*/DOK. SOBAT BELIA
FLAG Football SMAN 25 Bandung.*/DOK. SOBAT BELIA

FLAG Football. Sobat Belia, sudah pada tahu belum apa itu Flag Football? Flag Football ini mirip dengan salah satu olahraga yang populer di Amerika Serikat lho! Flag Football ini merupakan turunan dari olahraga American Football. Nah Sobat Belia, untuk mengetahui lebih lengkap, yuk kita simak uraiannya!

Ada beberapa hal yang membedakan Flag Football dengan American Football, salah satunya yang paling terlihat adalah cara menghentikan lawan, jika di American Football menghentikan lawan dilakukan dengan cara menjatuhkan lawan dengan benturan yang cukup keras, untuk Flag Football cara yang digunakan lebih aman meskipun tetap ada benturan fisik, yaitu dengan cara menarik atau “flag” atau tali yang dikenakan dipinggang para pemainnya, selain itu jumlah pemain dalam Flag Football hanya terdiri dari 8 orang.

FLAG Football SMAN 25 Bandung.*/DOK. SOBAT BELIA

Meskipun kepopuleran Flag Football maupun American Football di Indonesia belum sepopuler sepakbola, basket, atau badminton namun perkembangan olahraga ini di Indonesia mulai menjadi tren nih Sobat Belia! Apalagi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Flag Football di Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada sejak awal tahun 2000-an, tapi hanya beberapa orang saja yang tahu dan memainkannya, baru pada tahun 2009 mulailah dibentuk sebuah perkumpulan untuk olahraga ini, namanya Indonesian Flag Football Association (IFFA), yang tujuannya untuk mengenalkan Flag Football ke masyarakat dan juga mengumpulkan orang-orang yang tertarik juga memainkan olahraga ini.

Jadi ekstrakulikuler

Nah sampai sekarang di Indonesia peminat juga penggemar dari olahraga ini sudah mulai meningkat, terlebih di kalangan mahasiswa dan juga pelajar, bahkan ada beberapa sekolah yang menjadikan olahraga ini sebagai ekstrakulikulernya, salah satunya di SMAN 25 Bandung. Ekstrakuikuler Flag Football dari SMAN 25 Bandung ini dikenal dengan nama Royal Flush yang sudah ada sejak tahun 2011, dan sampai sekarang peminat ekskul ini pun sudah semakin banyak dengan total anggota yang  mencapai 55 orang. 

FLAG Football SMAN 25 Bandung, Royal Flush.*/DOK. SOBAT BELIA

Sebagian dari mereka tertarik, karena ini merupakan olahraga yang unik dan jarang dimainkan di Indonesia, sehingga mulai mencoba dan akhirnya menikmati permainan dari Flag Football ini. Seperti yang diungkapkan Hilmi yang merupakan anggota dan juga pemain dari Royal Flush, “Pertamanya karena liat banyak teman yang ikut ekskul ini terus dulu suka nonton kartun tentang American Football, waktu liat teman main ngeliatnya seru jadi coba untuk ikut main dan ternyata seru dan mulai suka sama Flag Football.”

Royal Flush juga rutin mengikuti turnamen Flag Football antar pelajar baik skala regional maupun skala nasional yang bernama Burning Bowl, dan saat ini Royal Fush sedang dalam persiapan mengikuti turnamen regional pada bulan Oktober mendatang yang diikuti lima tim dari beberapa sekolah di Kota Bandung. 

Dalam beberapa turnamen yang diikuti, Royal Flush bisa dikatakan cukup berprestasi karena beberapa kali menjadi juara dan runner up. ”Kalau kita biasanya ikut kompetisi antar pelajar namanya Burning Bowl yang skalanya regional sama nasional, untuk prestasi di liga Bandung kita beberapa kali jadi juara satu, terus di liga bandung yang terakhir kita jadi runner up, kalau liga nasional kita sempet jadi juara ke tiga dua tahun lalu” ungkap Alifia yang merupakan manager tim dari Royal Flush. Wah, Royal Flush hebat juga ya Sobat Belia!

FLAG Football SMAN 25 Bandung.*/DOK. SOBAT BELIA

Dengan berbagai prestasi tersebut, pihak sekolah sendiri, menurut Alifia cukup mendukung kegiatan dan kompetisi yang diikuti ekskul ini. Dan bagi Alifia kendala yang dirasakan selama menjadi manager tim ini adalah soal pembagian waktu latihan dengan kagiatan sekolah, juga mengajak anggota timnya untuk berlatih di sela kesibukan sekolah.

Sementara itu, bagi Hilmi pembagian waktu dengan kegiatan sekolah tidak terlalu menjadi kendala karena pertandingan biasanya diadakan diakhir pekan, namun keduanya sepakat ketika sudah memasuki kelas 12 pembagian jadwal latihan dengan kegiatan belajar diluar sekolah semakin sulit karena persiapan mereka menghadapi ujian nasional. 

Selain itu merekapun memiliki harapan olahraga Flag Football ini bisa diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonnesia (KONI) agar semakin banyak peminat dan setiap kompetisi juga kegiatan dari olahraga Flag Football ini bisa dijalankan dengan lebih serius dan profesional kedepannya. Semoga kedepannya harapan ini terwujud, kita doakan bersama ya Sobat Belia!(JT-Akmal Ghani)***

Bagikan: