Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 21.1 ° C

[BELIA] Menjadi "Bodo Amat" Adalah Kunci Kesuksesan

Tim Pikiran Rakyat
GRAMEDIA.COM
GRAMEDIA.COM

HAI, sobat Belia! Pasti di antara kalian pernah kan merasa insecure? Di dunia ini semua orang pasti memiliki rasa insecure loh. Tetapi, yang menjadi permasalahannya adalah ketika insecure itu membuat kita menjadi kecil hati dan takut untuk melangkah maju mencapai masa depan yang kita inginkan.  

Nah, ada satu buku rekomen banget dibaca sama sobat Belia yang sering merasa insecure sama dirinya sendiri yaitu buku ‘Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat’. Buku ini merupakan sebuah buku terjemahan dari “The Subtle Art Of Not Giving A F*ck”, karya dari Mark Manson pada tahun 2016. Di Indonesia sendiri buku ini sudah menjadi buku best seller pada tahun 2018 loh. 

Mark Manson yang merupakan penulis buku ini menceritakan tulisanya dengan gaya yang blak-blakan nih sobat Belia. Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan kenapa buku ini diminati oleh banyak orang. Selain itu, buku ini tidak seperti buku pengembangan diri pada umumnya, cerita yang disampaikannya terkesan “nyeleneh” dan pasti membuat sobat Belia kaget ketika membacanya. 

Meski begitu, buku ini digadang-gadang dapat mengajarkan kita untuk belajar fokus dan memprioritaskan pemikiran terhadap diri sendiri. Menekankan kepada pentingnya mengenali bahwa ada hal yang dapat kita pedulikan di dunia ini. Namun, ada beberapa juga yang harus kita tidak pedulikan.  

Sobat Belia tahu enggak sih? Sikap tidak peduli ini merupakan sebuah bentuk penolakan untuk menghabiskan waktu dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak baik bagi diri kita sendiri loh. Maka dari itu, penting untuk menyadari bahwa kita perlu nyaman dengan diri sendiri dan jangan takut untuk memiliki opini berbeda dengan orang lain. 

Manson menjelaskan pula bagaimana nilai menjadi dua, baik dan buruk. Nilai yang baik berdasarkan pada kenyataan, membangun secara sosial, segera dan dapat dikendalikan. Nilai yang buruk itu seperti tahayul, merusak secara sosial, tidak segera dan tidak dapat dikendalikan. 

Enggak hanya tentang nilai yang baik dan buruk, Manson pun mengingatkan bahwa menemukan suatu hal yang penting dan bermakna dalam hidup itu merupakan bentuk penggunaan waktu dan energi yang paling produktif. Masalah kehidupan yang pernah kita alami kerap menimbulkan rasa sakit hati sehingga beberapa masalah tersebut perlu untuk tidak dipedulikan. Ada kutipan dari buku ini yang harus diingat sama sobat Belia nih :

“Anda harus menentukan pilihan. Anda tidak mungkin memiliki hidup yang bebas dari rasa sakit. Hidup tidak bisa selalu mekar seperti mawar, dan fantastis seperti unicorn. Pertanyaan tentang kenikmatan tergolong mudah karena hampir semua orang punya jawaban serupa,” begitu tertulis di halaman 44.

Kenapa sobat Belia harus membaca buku ini? Karena mengajarkan kita tentang menemukan apa yang benar-benar penting bagi diri sendiri dan tidak mempedulikan yang tidak penting. Terkadang kita memang harus bersikap ‘bodo amat’ terhadap ketakutan akan kegagalan, rasa malu dan tidak percaya diri, dan omong kosong dari orang-orang yang menghambat kita untuk mencapai hal-hal positif. (JT-Ryssa Rysanti)***

Bagikan: