Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 21.1 ° C

[BELIA] Trik Mengetahui Hewan yang Layak untuk Kurban

Tim Pikiran Rakyat
SAPI.*/DOK. PR
SAPI.*/DOK. PR

TIDAK terasa beberapa pekan ke depan kita akan bertemu dengan salah satu hari besar islam yang akan dirayakan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Betul sekali, hari raya ini bernama Iduladha. Pada hari besar islam ini umat muslim seluruh dunia akan melakukan hal yang paling penting, yakni melaksanakan sholat Idul Adha. Hari raya yang sudah ditunggu-tunggu ini juga menjadi momen penting bagi umat muslim, soalnya pada hari raya Idul Adha ini umat muslim yang mampu dan dermawan akan mengorbankan hewan sembelihan untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Bagi yang ingin melakukan kurban, sebaiknya benar-benar memperhatikan aturan syariat islam agar sah dan sempurna kurbannya. Berikut Belia sajikan beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih dan membeli hewan kurban:

Jenis hewan

Pada aturan pemerintah pun, tentang pemotongan hewan kurban dalam peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 114 tahun 2014, dalam pasal satu dijelaskan bahwa hewan kurban harus memenuhi persyaratan syariat.

Hewan yang dijadikan untuk sembelihan harus berupa hewan ternak di antaranya kambing atau domba, sapi atau kerbau dan unta. Selain hewan ternak tersebut tidak disarankan untuk menjadikan makhluk hidup lain sebagai hewan kurban. Sebab apabila melakukan kurban menggunakan hewan selain hewan ternak yang sudah disebutkan tadi maka sembelihannya dianggap tidak sah karena tidak mengikuti apa yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Usia hewan

Nah selain jenis hewan yang ditetapkan apa saja, usia hewan kurban merupakan hal penting. Walaupun kita sudah memilih hewan kurban sesuai ketentuan, apabila hewan kurban tersebut usianya belum cukup untuk dijadikan sebagai hewan kurban maka bisa dikatakan tidak sah. Sebab salah satu syarat sah kurban adalah hewannya sudah cukup umur. Adapun kriteria ideal untuk usia setiap hewan kurban diantaranya:

  • Kambing dengan usia minimal 1 tahun
  • Domba dengan usia 2 tahun keatas
  • Sapi minimal berusia 2 tahun
  • Unta dengan usia 5 tahun keatas

Ciri fisik hewan

Agar lebih nyaman dan aman, sebelum membeli hewan untuk kurban alangkah baiknya kita perhatikan juga kesehatan hewannya. Sebab apabila hewannya cacat atau sakit, maka kurban tersebut tidak sah. Syarat lain sempurnanya berkurban adalah hewannya sehat dan tidak cacat, selain itu apabila hewannya sedang terjangkit penyakit dikhawatirkan juga berdampak buruk saat nanti dikonsumsi. Lalu bagaimana kita tahu hewan yang akan kita kurbankan tidak cacat atau sedang terjangkit penyakit?

  • Semuanya ideal, kepala dan leher harus lurus, tidak pincang sehingga kaki depan dan belakang tidak ada yang bergeser atau panjang salah satu.
  • Matanya tidak buta, baik salah satu atau keduanya. Kemudian periksa kelopak matanya, sebab kelopak mata dengan warna pucat atau kuning tidak disarankan. Karena hewan yang sehat pada umumnya memiliki kelopak mata bagian dalam dengan warna merah muda.
  • Periksa juga daun telingnya, apakah sobek atau masih lengkap.
  • Memiliki nafsu makan yang baik, sehingga apabila berada di lokasi pembelian hewan kurban, lihat apakah hewannya memiliki nafsu makan yang baik atau tidak.
  • Periksa hidungnya, sebab hewan kurban yang sehat cuping hidungnya basah dan bersih, tapi bukan basah karena sedang flu atau basah mengeluarkan cairan berwarna terang.
  • Kemudian periksa juga anusnya, jika bagian anus kotor dan kotoran yang keluar berupa cairan maka hewan tersebut sedang mengalami diare.
  • Terakhir, jangan lupa perhatikan tempat penjualan hewan kurbannya. Jangan sampai membeli hewan kurban yang berlokasi dekat pembuangan sampah, karena selain hewan yang berpotensi mengalami tingkat stres tinggi, lokasi dekat sampah juga dikhawatirkan hewan-hewannya mengkonsumsi bahan berbahaya atau tidak layak.

Administrasi

Di masa sekarang, setiap hewan kurban yang dijual di pasaran biasanya dicek terlebih dahulu oleh pemerintah atau dokter hewan dan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Maka dari itu, menjadi nilai tambah bagi Sobat Belia jika membeli hewan yang sudah melalui proses pemeriksaan dan sudah memiliki SKKH. Adapun bagaimana isi surat kesehatan tersebut, apabila merujuk pada aturan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 114 tahun 2014. Pada pasal 6 dijelaskan bahwa dalam SKKH paling sedikit memuat nama pemilik, alamat pemilik, jenis hewan, jumlah hewan, jenis kelamin hewan, daerah asal hewan, status kesehatan hewan dan status situasi penyakit hewan.

Maka dengan apa yang sudah dijelaskan tadi tentang jenis hewan kurban, kriterianya dan cara membedakan yang sakit bagaimana. Diharapkan saat Sobat Belia akan membeli hewan kurban bisa lebih teliti dan tidak sembarang membeli. (JT - Yanuar Basara)***

Bagikan: