Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 20.9 ° C

[BELIA] SMKN 1 Soreang: Berprestasi dan Bersinergi Bersama

Tim Pikiran Rakyat
SISWA SMKN 1 Soreang sedang melakukan praktikum pengelasan.*/RIFQI CANTONA
SISWA SMKN 1 Soreang sedang melakukan praktikum pengelasan.*/RIFQI CANTONA

PADA 22 Maret 2019, belia dateng ke SMKN 1 Soreang, yang memiliki siswa sekitar 1.000 orang lebih. SMKN 1 Soreang juga punya 6 jurusan nih, yakni Teknik Komputer Jaringan, Teknik Pengelasan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Elektronika Industri, Akomodasi Perhotelan, dan Tataboga. Selain itu di SMKN 1 Soreang juga memiliki beberapa ekskul yang tiap sabtunya selalu rutin dilaksanakan latihan. Daripada penasaran, check this one out!

Penguatan pendidikan karakter setiap hari

Dalam penguatan pendidikan karakter, SMKN 1 Soreang membiasakan untuk masuk sekolah pukul 06.30. Setelah itu dilakukan pembiasaan selama 30 menit. Pada hari Senin dan Selasa dilakukan pembacaan surat pendek. Rabu membaca asmaul husna, Kamis diisi oleh BK dan psikologi. Jumat senam pagi atau Jumat bersih, dan Sabtu kepramukaan dan ekskul. 

Student of the year

Kedisiplinan sangat dijunjung tinggi di SMKN 1 Soreang, setiap harinya dari ujung kaki hingga ujung kepala dicek oleh OSIS dan guru. Hal ini dibentuk untuk siswa memiliki kesadaran terhadap kesalahannya. Oh iya yang unik, di SMKN 1 Soreang ini bakal diadain student of the year dengan penilaian dari beberapa aspek dan selama setahun emang dilihat dan diberi reward. Tapi juga buat yang melanggar aturan terbanyak selama setahun juga ada hukumannya.

Sarana prasarana lengkap dan memadai

SMKN 1 Soreang tiap jurusannya udah punya tempat praktik yang lengkap. Hal ini menjadi penunjang siswa antara teori dengan praktiknya. Nggak cuma itu, SMKN 1 Soreang juga udah punya kendaraan operasional setelah sebelumnya tidak ada.

Kualitas SDM terus ditingkatkan

Menurut Pak Tatang, kemajuan sekolah nggak hanya kualitas siswanya untuk berprestasi, tapi juga pengajarnya menjadi kunci untuk kemajuan siswa. Maka dari itu, pembentukan SDM sangat dijunjung tinggi dengan mengikuti pelatihan-pelatihan setiap gurunya, dan kebanyakan guru sudah menjadi instruktur nasional. Mantips banget ya!

Asyraf Fakhri Amrullah – Menyeimbangkan dunia dan akhirat

Mari berkenalan dengan OSIS SMK Negeri 1 Soreang lewat doi. Selama masa kepengurusannya, OSIS SMK Negeri 1 Soreang punya beberapa program kerja, di antaranya ada Jumat bersih, penjagaan gerbang, dan pembersihan masjid. Menurut Asyraf, program penjagaan gerbang itu seperti membantu para guru untuk menertibkan siswa yang melanggar peraturan sekolah.

“Ya seperti telat kesiangan, sepatu yang nggak sesuai peraturan, pake jaket di lingkungan sekolah gitu,” ujarnya. Trus, Desember 2018 kemarin, OSIS bekerja sama dengan ekstrakurikuler pramuka ngadain lomba pramuka untuk SD/MI sederajat dan SMP/Mts sederajat se-Bandung raya. Perlombaan ini merupakan acara eksternal pertama di SMK Negeri 1, lho!

Selain itu, cowok yang ngambil jurusan Teknik Kendaraan Ringan ini punya hobi yang diimplementasikan ke program kerja OSIS SMK Negeri 1 Soreang. Programnya adalah setor hafalan Alquran. “Selain aktif berorganisasi, masa urusan akhiratnya nggak ada. Harus seimbang antara dunia dan akhirat,” kata Asyraf.

Muhammad Habil Nurdiana – Belajar ngelas dari SMP

September 2018 lalu, Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang lomba Welding usai diselenggarakan. Bagi kamu yang belum tau apa itu weldingwelding adalah salah satu teknik penyambungan batang logam dengan memanfaatkan energi panas. Perlombaan ini sangat berkesan bagi sekolah, khususnya Habil, siswa kelas XI Teknik Pengelasan.

Selain menjadi tuan rumah pertama kalinya untuk perlombaan Welding, Habil berhasil meraih juara pertama tingkat Kabupaten Bandung dan berhak mewakili Kabupaten Bandung untuk melanggeng ke tingkat provinsi. Di tingkat provinsi, Habil berhasil meraih peringkat ke lima se-Jawa Barat. Nah, setelah belia ngobrol-ngobrol sama Habil, doi menemukan keahliannya ini saat membantu Om-nya benerin mobil.

“Waktu itu saya kelas IX, saya sama sekali ngga ngerti teknik mengelas seperti apa. Ternyata setelah ngeliat dan diajarin Om, saya cepat belajar. Kebetulan saat masuk ke sekolah ini, ada jurusan Teknik Pengelasan. Yaudah saya ambil,” ujarnya mengenang. Nah, doi bilang kalo ke depannya dia bakal nerusin keahliannya ini. Kita doakan bersama-sama semoga keinginan Habil ini menjadi kenyataan, ya, gengs!

Mahesa Athur Thursana – Ingin nyoba bikin prestasi

Kecintaan Mahesa, siswa kelas X Teknik Komputer Jaringan pada kesenian bela diri udah muncul saat dirinya duduk di bangku SMP. “Dulu sempet ikutan pencak silat, tapi pas masuk ke sini ngga ada. Jadinya masuk bela diri taekwondo,” kenang Mahesa. Setelah latihan demi latihan Mahesa jalani bersama rekan-rekannya, doi denger info nih soal kejuaraan tingkat provinsi.

Dirinya yang berkeinginan tinggi untuk mencetak prestasi, langsung semangat berlatih lebih giat lagi agar mendapatkan rekomendasi dari pelatihnya. Akhirnya, Februari 2019 lalu Mahesa berhasil meraih juara kedua pada kejuaraan tingkat provinsi yang baru pertama kali ia ikuti. “Intinya yang perlu diinget, usaha yang keras tidak akan mengkhianati hasil,” pesan Mahesa untuk sobat belia yang sedang berjuang di bidang apapun. Selamat, Mahesa!

Taekwondo yang jadi juaranya

Mengikuti kegiatan tambahan atau ekstrakurikuler saat sekolah memang sangat penting untuk kalian yang ingin menyalurkan hobi dan bakatnya atau ingin mencoba hal baru. Seperti yang dilakukan oleh Firda Oktaviani dan Deilla Anggraeni. Siswa kelas X jurusan Tata Boga ini merupakan anggota ekskul taekwondo. Nah, baru-baru ini ekskul taekwondo SMK Negeri 1 Soreang mengikuti kejuaraan Institut Taekwondo Nusantara (ITN) Open III pada Februari 2019 di GOR Pajajaran, Bandung.

Gak nanggung-nanggung, mereka berhasil meraih juara 2 dan 3 untuk kelompok usia kadet (14-17 tahun). “Kami mengirimkan 16 orang dan semuanya juara,” ujar Firda. Bagusnya lagi, mereka tidak cepat puas atas hasil yang telah diraihnya. Firda berharapnya agar ekskul taekwondo lebih berkembang dan lebih maju lagi. Untuk mencapai itu, Deilla berpesan agar latihannya lebih giat dan ditingkatkan lagi untuk mencapai hasil yang maksimal.***

Tatang – Jangan pernah takut gagal

Pak Tatang ini Kepala Sekolah SMKN 1 Soreang sejak Maret 2018. Sebelumnya Pak Tatang ini adalah guru olah raga plus  seorang atlet senam dan renang. Menurutnya, untuk mencapai impian yang diinginkan jangan pernah takut untuk gagal. Harus memiliki motivasi besar dalam diri. Ketika sobat Belia belajar, gagal, belajar, gagal, pasti akan ada akhir yang berhasil. Terpenting terus berusaha menurut Pak Tatang.

Susan Novianti – Kesadaran dalam diri sendiri

Ibu Susan adalah guru PPKN dan juga Wakasek Kesiswaan di SMKN 1 Soreang. Dalam mengajar, Ibu Susan menerapkan sistem yang menekankan anak untuk lebih aktif agar terlatih. Untuk menjadi guru itu harus bisa mengenal sifat atau karakter dari siswa yang berbeda-beda. Dalam hal ini, Bu Susan selalu berusaha untuk mendekati siswa dan membantu siswa untuk menyelesaikan masalahnya. Ibu Susan juga ngasih pesan nih buat sobat Belia untuk memiliki kesadaran terhadap cita-cita yang ingin dicapai untuk bisa tercapai!

[email protected]

[email protected]

Bagikan: