Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 29.2 ° C

[BELIA] SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang

Tim Pikiran Rakyat
SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang.*/DOK. SEKOLAH
SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang.*/DOK. SEKOLAH

HELLO Sobat Belia, Minggu ini, belia berkunjung ke kabupaten yang terkenal dengan nanasnya lho! Ada yang tahu gak kabupaten mana? Yups, bener banget Subang. belia  dateng ke SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang yang terletak di Jalan Ki Hajar Dewantara No.15A, Dangdeur, Kabupaten Subang.

Sekolah ini ada di bawah Yayasan Adhi Guna Kencana, di bawah pimpinan Dr. H. Mulyana. Di sana terdapat 910 siswa yang terbagi ke dalam tiga konsentrasi jurusan yaitu, farmasi klinis dan komunitas, asisten keperawatan serta teknologi laboratorium medik. Lalu, ada sekitar 72 guru dan staf sekolah yang ikut membantu para siswa dalam kegiatan belajar dan mengajar. Lebih lanjut lagi kita bahas di bawah sini ya!

Pembentukan karakter melalui kegiatan wajib di sekolah

Salah satu target utama keberhasilan sekolah adalah pembentukan karakter. Makanya nih, SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang punya berbagai program agar siswanya dapat memenuhi kualifikasi pemebentukan karakter yang baik. Adapun kualifikasi itu meliputi akhlak yang mulia, mandiri, dan mampu bertanggungjawab dalam menjalani profesinya sesuai jurusan yang diminati.

Gak lupa juga nih, siswa diharapkan memiliki keunggulan kompetitif di bidang kesehatan, yang dapat dilaksanakan dalam proses pembelajaran setiap harinya. Program yang membantu pembentukan tersebut adalah rutinitas balajar mengajar di sekolah, serta kegiatan tambahan dalam pendidikan kepramukaan wajib, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), serta ekstrakulikuler di sekolah.

Menjamin mutu pendidikan kesehatan berbasis kompetensi

Dalam program kompetensi, SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai penjamin mutu pendidikan berbasis kompetensi. Selain itu, sekolah juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mendukung peningkatan kompetensi siswa. Maka dari itu, para siswa akan bener-bener diajarin gimana sih caranya jadi tenaga kerja profesional dan kerja secara nyata, serta mampu bersaing dengan keahlian terjamin dan bersertifikat resmi BNSP.

Sarana dan prasaran berbasis sistem manajemen mutu

Dengan sistem manajemen mutu, sarana dan prasarana di SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang menunjang seluruh kegiatan belajar dan mengajar di sekolah.  Sekolah ini juga menggunakan program Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), yang mengintegrasikan semua program SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang agar dapat berjalan baik dengan kerjasama dari staf SMK, guru, pengawas sekolah, siswa, dan orang tua.

Rinrin Syaidasari – sang juara kelas

Cewek yang satu ini merupakan juara kelas di jurusan Farmasi. Doi bilang, kalau mau jadi juara kelas gak perlu macem-macem kok. Cukup hadir di sekolah, ngerjain tugas, dan merhatiin apa yang diajarin sama guru. Katanya, Rinrin juga gak punya jadwal khusus buat belajar, yang penting ada aja dalam satu hari. Entah itu mau pulang sekolah, sore ataupun malem. Cuma, katanya paling enak itu belajar malem, abis makan atau sebelum tidur.

Selain berprestasi di kelas, Rinrin juga aktif di PMR dan sempet jadi juara di berbagai lomba bersama timnya. Oh iya, Rinrin nitip pesen nih, gak ada kok orang pinter atau orang bodoh, yang ada itu orang males dan orang rajin. Jadi semuanya juga bisa dapet juara, yang penting jangan males dan leha-leha. Inget perjuangan orang tua buat nyekolahin kita itu gak mudah. Tuh, dengerin guys!

Susi Miki Nopianti –  aktif di kelas

Susi adalah siswa kelas 2 jurusan keperawatan. Saat semseter 1 dulu, ia berhasil meraih ranking 2 di kelas, dan di semester 2 dan 3 ia berhasil meraih ranking 1. Nah, menurut Susi, rahasianya bisa menjadi juara kelas adalah aktif di kelas. Selain itu, Susi juga nggak lupa untuk belajar.

Susi juga bilang, inisiatif itu perlu, Ia selalu berinisiatif untuk aktif dan memotivasi diri untuk mendapat ranking 1 karena bisa mendapatkan beasiswa bebas SPP. Hmm selain pinter, Susi juga cerdas ya gengs! Susi punya tips ini untuk yang malu-malu bertanya di kelas dan kurang aktif, katanya, coba aja dulu! Susi juga berawal dari mencoba untuk aktif sejak di SMP hingga terbiasa sampai sekarang.

Siti Syahbani Kamalia – belajar setiap hari

Nah, siswa yang satu ini baru kelas 1 nih gengs. Dan di awal masa sekolahnya di sekolah ini, ia udah berhasil menyabet ranking 1 di kelas. Gak beda jauh dari yang tadi Susi bilang, menurut Siti, hal terpenting untuk mencapai prestasi adalah belajar. Katanya, niat untuk belajar mesti benar-benar dibangun.

Biasanya sih, Siti belajar setiap setelah salat Magrib, baik untuk mengerjakan tugas atau pun hanya sekedar baca-baca. Ia juga selalu menghafal jika akan ada ulangan, supaya pas ngerjain ulangannya tuh bisa pede. Setelah lulus, Siti ingin banget masuk STAN nih guys karena ia suka matematika dan ingin jadi PNS.

Fitri Aisyah – iseng-iseng berinovasi

Ada Fitri Aisyah nih sebagai perwakilan ekskul Karya Ilmah Remaja (KIR) yang baru aja mendapatkan penghargaan se-kabupaten Subang. Ia dan dua orang teman lainnya membuat sebuah karya yang bermanfaat dan ada hubungannya dengan sudut pandang Islam. Tema yang mereka ambil adalah pemanfaatan limbah kulit pisang dan batu baterai bekas.

Penasaran gak sih kulit pisangnya diapain? Nah, jadi kulit pisangnya itu dipotong-potong dan kemudian dimasukkan ke dalam baterai bekas sebagai pengganti batuan elektrolitnya. Hasilnya, baterai itu bisa kembali menghasilkan arus listrik. Karyanya itu ia kembangkan menjadi tulisan dan akhirnya bisa mendapatkan juara di lomba karya ilmiah remaja. Hebat!

Dhea Putri Amanda dan Dwi Sulistiono – organisasi yang jago ngumpulin piala

PMR SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang bener-bener keren lho guys. Mereka banyak banget nyabet piala dari berbagai jenis lomba kesehatan. Gak salah lagi sih, kalau PMR ini jadi salah satu organisasi favorit di sekolah. Anggotanya aja kurang lebih nyampe seratus orang. Kegiatannya gak jauh-jauh dari kumpul dari belajar berbagai teori serta praktiknya. Mereka sering ngumpul tiap Rabu untuk mempelajari materi perbidang serta Sabtu untuk belajar praktiknya.

Hal menarik lan dari oraganisasi PMR ini adalah ikatan persaudaraanya, mereka terbuka satu sama lain. Jadi, kalau ada masalah mereka rundingin bareng-bareng. Terus mereka juga punya sesi curhat antardivisi, jadi gak usah khawatir buat nyampein kritik dan saran atas kinerja masing-masing. Ke depannya, Dhea dan Dwi berharap mudah-mudahan anggotanya lebih inisiatif untuk membantu satu sama lain memajukan PMR.

Feiza Kamila Jauhari – pengembangan program tiap tahun

Sekarang, kita ngobrolin soal OSIS yuk sama Feiza. Ia merupakan ketua OSIS SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang. Nah,  kata Feiza sih program OSIS selalu meningkat setiap tahunnya. Untuk tahun ini, yang berbeda adalah kegiatan Program Kreativitas Siswa (PKS) yang diadakan dua kali dari biasanya hanya satu kali aja tiap tahunnya.

Selain itu, Feiza dkk juga akan membuat acara Paradigma Seni di bulan September nanti. Sejauh ini sih, antusiasme dari siswa-siswa Bhakti Kencana ini lumayan besar terhadap acara-acara yang dibuat OSIS. Feiza juga mengaku senang bisa bekerja sama dengan teman-teman OSIS yang bisa saling merangkul dan semakin disiplin dari waktu ke waktu.

Kepala sekolah – Yogi Sugiyana – siap pimpin wujudkan target

Dilantik sejak tahun 2012, Pak Yogi dan staf sekolah memiliki target untuk menjadikan SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang unggul dalam membentuk karakter siswa dan menghasilkan lulusan berprestasi yang siap bersaing serta dapat diterima di dunia usaha, di industri, maupun di masyarakat. Melalui pengembangan dan penyempurnaan program-program sekolah, Pak Yogi siap menjadi nahkoda agar sekolah ini pantas mendapat julukan small but smart, sesuai yang digadangkan dalam website sekolah.

Guru Fave: Lanny Marlina – membangun suasana kelas yang cair

Kalau biasanya pelajaran Bahasa Indonesia itu membosankan, beda halnya kalau yang ngajarnya Bu Lanny. Selain umurnya yang masih muda, Bu Lanny juga menggunakan sistem mengajar yang menyenangkan. Baru-baru ini, Bu Lanny berhasil membimbing beberapa orang siswa untuk mengikuti dan menjuarai lomba karya tulis ilmiah tingkat SMK kesetahan se-Indonesia.

Saat mengajar, Bu Lanny gak ingin siswa-siswanya takut dan canggung, Ia ingin siswa-siswanya aktif. Makanya, Bu Lanny selalu berusaha membangun suasana kelas yang cair. Gak jarang loh Bu Lanny menggunakan games sebagai senjatanya. ***

[email protected]

[email protected]

Bagikan: