Olahraga Selama Pandemi Covid-19, Perhatian Frekuensi dan Intensitas

- 21 Oktober 2020, 14:19 WIB
Sejumlah pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan Universitas Padjadjaran menggelar gowes bersama mengelilingi kampus Unpad, Jatinangor, Rabu 21 Oktober 2020. /Dokumentasi Humas Unpad

PIKIRAN RAKYAT - Melakukan olahraga merupakan aktivitas yang dianjurkan selama pandemi Covid-19

Agar aktivitas tersebut mampu meningkatkan kebugaran, perlu diperhatikan frekuensi dan intensitas berolahraga.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Dr.med. Setiawan, dr., AIFM, menjelaskan, beragam aktivitas olahraga bisa dilakukan selama pandemi Covid-19. Mulai dari bersepeda, jalan, lari kecil, hingga aerobik.

 Baca Juga: Sekolah Gunakan Dana BOS untuk Pencegahan Penularan Covid-19, Dialihkan dari Data Tidak Terpakai

Hal penting yang perlu diatur adalah frekuensi dan intensitasnya. “Secara frekuensi, bisa melakukan olahraga secara teratur minimal 3 hingga maksimal 5 kali per pekan,” ujar Setiawan, Rabu 21 Oktober 2020.

Mengenai intensitas, aktivitas olahraga fisik cukup dilakukan pada rentang moderat. Setiawan menjelaskan, pada rentang moderat, napas seseorang akan terengah-engah, tetapi masih bisa berbicara atau mengobrol.

Ketua Ikatan Goweser (I-Go) Unpad itu menjelaskan, apabila seseorang masih bisa mengobrol leluasa hingga tertawa, maka intensitas olahraganya masih terbilang ringan. Sementara jika sudah tidak bisa berbicara, maka intensitas olahraganya termasuk dalam kategori tinggi atau vigorous.

 Baca Juga: Akui Difitnah Lutfi Agizal, Salshadilla Juwita Ungkap Alasannya Temui Psikolog

“Kita (sebaiknya) pilih yang moderat,” kata Setiawan.

Selain mempertahankan frekuensi dan intensitas, aktivitas olahraga juga harus progresif. Artinya, terjadi peningkatan kualitas olahraga yang dilakukan.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X