Kasus Pembunuhan Guru, Macron : Para Islamis Tidak akan Pernah Tidur Nyenyak di Prancis

- 19 Oktober 2020, 12:45 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron. /Instagram @emmanuelmacron

PIKIRAN RAKYAT - Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengadakan pertemuan dewan pertahanan menyusul serangan mematikan terhadap seorang guru sejarah di pinggiran kota Paris yang terjadi pada Jumat, 16 Oktober lalu.

Menurut laporan BFMTV, dalam pertemuan itu, Presiden Macron mengatakan para islamis tidak akan mendapat perdamaian tinggal di Prancis.

"Para Islamis tidak akan tidur nyenyak di Prancis. Ketakutan akan berpindah sisi," kata Macron dalam pertemuan yang diadakan Minggu malam, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Sputnik News.

Baca Juga : Pupus Harapan Pelaku Industri, Sri Mulyani Tolak Usulan Hapus Pajak Mobil Baru

Laporan media Prancis menyebutkan mulai Senin, 19 Oktober 2020 pemeriksaan akan dilakukan terhadap penulis 80 postingan di media sosial yang menyatakan dukungan untuk penyerang.

Sebelumnya, ribuan orang berkumpul di seluruh Prancis sebagai solidaritas terhadap guru yang tewas dipenggal oleh seseorang yang diidentifikasi pria imigran Chechnya.

Guru bernama Samuel Paty (47) diserang dan kepalanya dipenggal oleh seorang pengungsi berusia 18 tahun.

Baca Juga : Ingin Waduk Darma Dikenal Dunia, Ridwan Kamil akan Gelontorkan Dana hingga Rp100 Miliar

Serangan itu terjadi setelah Paty menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya di sebuah sekolah di Conflans-Sainte-Honorine, barat laut Paris.

Halaman:

Editor: Aldiro Syahrian

Sumber: Sputnik News


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X