BIN Sosialisasi AKB ke Pesantren, dr Jarez: Kita Harus Bisa Hidup Berdampingan dengan Corona

- 9 Agustus 2020, 19:45 WIB
Badan Intelejen Negara melalui Tim Velox Pejaten menggelar sosialisasi dan edukasi tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Pondok Pesantren dan Dhuafa Insan Kamil Mandiri di Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata-Cihanjuang, Kota Cimahi. /Pikiran-rakyat.com/Ririn Nur Febriani

PIKIRAN RAKYAT – Pandemi corona virus disease (covid-19) turut mempengaruhi kegiatan pondok pesantren, yayasan, hingga panti asuhan.

Para santri harus melek informasi soal virus mematikan tersebut sehingga bisa mengantisipasi potensi penyebaran dan penularannya.

Pada Minggu, 9 Agustus 2020, Badan Intelejen Negara melalui Tim Velox Pejaten menggelar sosialisasi dan edukasi tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Pondok Pesantren dan Dhuafa Insan Kamil Mandiri di Jalan Daeng Muhammad Ardiwinata-Cihanjuang, Kota Cimahi.

Baca Juga: Terus Digempur Tekanan Konflik AS-Tiongkok, Huawei Terpaksa Hentikan Produksi Chip Bulan Depan

Rasa ingin tahu dan penasaran para santri tentang pandemi corona terlihat begitu tinggi, mereka bergantian bertanya kepada narasumber dr. Jarez Clinton dari tim kesehatan BIN.

Seperti diungkapkan Shendy (18), siswa mondok yang baru lulus SMK.

"Edukasi soal corona ini sangat bagus. Penting bagi kami yang tinggal di pondok untuk saling menjaga diri sehingga tidak terpapar Covid-19, sekaligus menambah wawasan para santri," ujarnya.

Baca Juga: Kebumen Lampaui Target WHO dalam Deteksi Dini Covid-19

Kepada peserta, dr. Jarez menyatakan dampak pandemi corona sangat dirasakan oleh anak sehingga mereka tidak lagi bebas bermain dan berinteraksi.

Bahkan mereka tidak bisa belajar tatap muka langsung karena pemerintah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk menekan penularan covid-19.
Oleh karena itu, pemerintah saat ini menerapkan kebijakan berupa Adaptasi Kebiasaan Baru(AKB).

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X