Bantuan Sosial Tunai Gelombang II Dimulai dari Kota Bandung, Ini Besaran Nilainya

- 5 Agustus 2020, 16:55 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melepas mitra driver GoRide dan GoCar untuk menyalurkan bansos dari Pemerintah Provinsi Jabar. /Dok. Gojek Group

PIKIRAN RAKYAT -  Pemerintah melalui Kementerian Sosial mulai menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) gelombang II dari kota Bandung, hari ini.

Menteri Sosial Juliari P Batubara menjelaskan BST gelombang II di kota Bandung ini merupakan kelanjutan komitmen presiden Jokowi untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat tidak mampu dimasa pendemi wabah Covid-19.

Nilai BST gelombang ke II ini sebesar Rp300.000 yang diberikan kepada 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama enam bulan, terhitung sejak Juli- Desember 2020. 

Baca Juga: Kabar Baik, Ridwan Kamil Sebut Vaksin Covid-19 Bisa Diberikan ke Warga Jabar Awal Tahun Depan

“Program ini merupakan kelanjutan dari program BST sebelumnya dengan nilai sebesar Rp600.000 per bulan yang telah dibagikan melalui tiga tahap sejak April-Juni 2020. Jumlah anggaran yang kami gelontorkan untuk BST gelombang I dan II mencapai 32,5 triliun rupiah,” kata Mensos seusai menyaksikan penyaluran BST di kantor PT POS Cibeunying Kidul pada tim Humas Kemensos, Rabu 5 Agustus 2020.

Mensos menambahkan program ini untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19, namun belum terdaftar sebagai penerima program sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH). 

Mereka meliputi keluarga fakir miskin, rentan, narkoba, pemutusan hubungan kerja, komonitas adat terpencil, lansia dan difabel sebagai dmaapk dari pandemi Covid 19. Disamping itu, Program BST juga untuk meningkatkan daya beli, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan dukungan kepada pemerintah daerah (pemda). 

Baca Juga: Barcelona vs Napoli di Liga Champions: Dapat Ulangi Kesalahan di Masa Lalu, Blaugrana Harus Waspada

“Para penerima adalah keluarga yang tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ataupun yang diusulkan pemerintah daerah (pemda),” kata Mantan ketua IMI dua periode ini. 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X