Antisipasi Kasus Impor Covid-19, Protokol Kesehatan di 14 Desa Kabupaten Bandung Diperketat

- 7 Juli 2020, 17:44 WIB
Bupati Bandung Dadang M. Naser meninjau penanganan Covid-19 di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Selasa, 7 Juli 2020. /Pikiran-rakyat.com/Handri Handriansyah

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akan memperketat penerapan protokol kesehatan di 14 desa pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Hal itu terkait dengan penurunan status kembali dari zona biru menjadi zona kuning.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung Yudi Abdurrahman mengatakan, keempat belas desa tersebut adalah Desa Lengkong (Kecamatan Bojongsoang), Desa Jatiendah dan Melatiwangi (Cilengkrang), Desa Cileunyi Kulon dan Cinunuk (Cileunyi), Desa Cipinang (Cimaung), Desa Cibeunying (Cimenyan), Desa Citeureup (Dayeuhkolot), Desa Sangkanhurip dan Gandasari (Katapang), Desa Padamulya (Majalaya), Desa Rancaekek Wetan dan Bojongloa (Rancaekek), serta Desa Cibodas (Solokanjeruk).

Baca Juga: Khusus Warga Jawa Barat, Ada Potongan Harga Untuk Pembelian Honda Genio Nih

"pengetatan tersebut pada intinya berupa penanganan intensif dan optimal sesuai dengan protokol kesehatan level 3 atau zona kuning. Penanganan sebagaimana tercantum dalam Perbup Nomor 43 Tahun 2020," kata Yudi saat ditemui Selasa, 7 Juli 2020.

Dalam Pasal 12 aturan tersebut, kata Yudi, ada sejumlah poin penting yang akan diterapkan. Salah satunya adalah perjalanan yang bersifat mobilitas dalam dan luar dadrah akan dibatasi.

Selain itu masyarakat beresiko tinggi seperti lansia, mereka yang memiliki penyakit bawaan, ODP dan OTG, dianjurkan untuk melakukan isolasi.

Baca Juga: Hanya Bawa Satu Baju di Badan, TKI Asal Majalengka yang Lolos Hukuman Mati Saudi Butuh Pakaian

Selain protokol kesehatan, Yudi menegaskan bahwa peran gugus tugas kecamatan dan desa juga ditingkatkan. Bersamaan dengan itu, puskesmas melaksanakan penelusuran kontak erat di desa yang terkonfirmasi positif.

Terkait alasan pengetatan, Yudi tak menampik bahwa hal itu disebabkan oleh penambahan kasus positif Covid-19, ODP, PDP dan OTG di 14 desa tersebut sejak 3 Juli 2020.

loading...

Namun ia memastikan bahwa kasus positif baru tersebut merupakan warga Kabupaten Bandung yang bekerja dan terkonfirmasi dalam pemeriksaan di Kota Bandung.

Baca Juga: Berbagai Skandalnya Dibongkar Kwon Mina, Jimin AOA Tinggalkan Dunia Artis

Meskipun demikian secara keseluruhan, kata Yudi, pihaknya tidak membedakan status zona kuning, biru atau hijau terkait protokol kesehatan. Di semua wilayah, masyarakat diimbau untuk tetap disiplin menerapkan kebiasaan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Hal senada ditekankan oleh Bupati Bandung, Dadang M Naser yang tidak memikirkan status zona kuning atau biru. Apapun statusnya, ia berharap agar masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Meskipun demikian, Dadang mengaku akan berupaya untuk mempertahankan agar Kabupaten Bandung tidak sampai berstatus zona merah. "Awalnya, Kecamatan Margaasih juga zona kuning. Tapi, dikhawatirkan ada pandemi, jadi diberi status zona merah agar lebib waspada. Hal tersebut, agar masyarakat tidak euforia dengan status," tutur Dadang.

Baca Juga: Persib beri Angin Segar, Begini Skema Pembayaran Gaji Pemain dan Pelatih

Dadang berharap masyarakat tidak salah menafsirkan masalah status zona. Zona biru tidak berarti masyarakat bisa larut dalam euforia dan melupakan kewaspadaan.

"Perlu diketahui bahwa virus ini tidak akan hilang selama hidup kita. Jadi, selama hidup virus akan ikut. Kenapa ada status? Karena vaksinya belum ditemukan. Menurut tim kesehatan, kalau vaksinnya ditemukan tahun ini, maka tahun depan bisa digunakan," kata Dadang.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X