Diduga Ada Unsur Kelalaian dalam Kasus Bobotoh Meninggal di GBLA, Polisi Panggil Manajemen Persib

- 27 Juni 2022, 16:40 WIB
Ilustrasi tragedi Bobotoh Persib Bandung di stadion.
Ilustrasi tragedi Bobotoh Persib Bandung di stadion. /Antara/M Agung Rajasa

PIKIRAN RAKYAT –  Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya dua bobotoh saat hendak menonton pertandingan Persib vs Persebaya pada gelaran turnamen Piala Presiden 2022 pada Jumat, 17 Juni lalu.

Dua bobotoh bernama Ahmad Solihin asal Cibaduyut, Kota Bandung; dan Sopiana Yusuf asal Bogor, yang meninggal dunia akibat berdesak-desakan ketika masuk Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Polrestabes Bandung tengah melakukan penyidikan kasus tersebut, dan akan memanggil manajemen Persib untuk dimintai keterangan.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Soal Holywings: Kami Tidak Toleransi Kalau Langgar Perda

Sebab, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Aswin Sipayung, menduga ada unsur kelalaian hingga mengakibatkan dua bobotoh itu meninggal dunia.

"Kami sudah masuk ke tahap penyidikan kami sudah memanggil pejabat manajemen Persib Bandung," kata Aswin saat ditemui di Polrestabes Bandung, Jawa Barat, Senin, 27 Juni 2022.

Aswin menyampaikan proses penyidikan kasus tersebut masih berjalan dengan memeriksa sejumlah pihak. Sejumlah saksi di lokasi, pengunjung stadion, hingga anggota polisi yang tengah bertugas saat itu telah diperiksa.

Baca Juga: Petinggi Persib Diperiksa Polisi Terkait Meninggalnya Dua Bobotoh, Kapolrestabes Bandung Ungkap Statusnya

"Jadi kami sekarang masih dalam proses pemeriksaan ya," ujar Aswin, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Aswin memohon doa dari seluruh warga Bandung khususnya warga Jawa Barat, supaya proses penyidikan kasus tersebut bisa cepat tuntas.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengumumkan adanya tersangka dalam kasus meninggalnya dua bobotoh tersebut.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pengeroyokan, Polisi Bakal Jemput Paksa Aktor Iko Uwais?

Sebelumnya, pekan lalu Polda Jabar juga telah memeriksa sejumlah petugas di stadion GBLA untuk menyelidiki kasus itu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan para petugas GBLA tersebut telah diperiksa dengan wawancara dan dinyatakan belum masuk ke ranah hukum.

“Untuk melakukan pendalaman, kami harus tahu dulu faktor penyebab kejadian itu, sehingga baru kami bisa urai kepada siapa yang harus kami periksa lagi” ujarnya, di Bandung, Senin, 20 Juni 2022.

Baca Juga: Tak Bisa Kunjungi Ruben Onsu Di Rumah Sakit, Thalia dan Tania Kirim Surat untuk Sang Ayah: Kangen

Adapun buntut dari kasus tersebut, Persib Bandung mendapat beberapa hukuman dari Komdis PSSI.

Antara lain, dilarang menyelenggarakan pertandingan di Stadion GBLA Kota Bandung, dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sepanjang gelaran Piala Presiden 2022, dan panpel Persib Bandung dikenai sanksi denda sebesar Rp50 juta rupiah.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x