Menhub Pastikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terkoneksi dengan Antarmoda Transportasi Lain

- 21 April 2022, 10:50 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (rompi merah) saat meninjau pemasangan instalasi perdana rel kereta cepat Jakarta-Bandung di Depo Tegalluar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (20/4/2022).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (rompi merah) saat meninjau pemasangan instalasi perdana rel kereta cepat Jakarta-Bandung di Depo Tegalluar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (20/4/2022). /Pikiran Rakyat/Hendro Husodo

PIKIRAN RAKYAT - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan bahwa kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akan terkoneksi dengan antarmoda transportasi lain. Hingga saat ini, progres pembangunan proyek KCJB telah mencapai 82 persen.

"Kami mempersiapkan tidak saja kereta cepat Jakarta Bandung, tetapi juga stasiunnya. Kami mempersiapkan antarmodanya," kata Budi, seusai pemasangan instalasi perdana rel KCJB di Depo Tegalluar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu, 20 April 2022.

Dia menyontohkan di Jakarta, di mana di Stasiun Halim KCJB langsung berimpitan dengan Light Rail Transit (LRT) Jakarta. Sebaliknya, kata dia, di Padalarang pun telah disiapkan stasiun kereta api yang berdampingan dengan KCJB, sehingga memudahkan penumpak untuk menuju pusat Kota Bandung.

Baca Juga: Viral Oknum Pria Berseragam ASN Polres Sukabumi Adang Ambulans yang Bawa Pasien Darurat

"Lebih dari itu, kami juga akan mengintergrasikan titik-titik transit oriented development (TOD) dengan berbagai antarmoda, seperti bus, taksi, dan segala macam. Kami memang concern, kereta cepat tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus berkolaborasi dengan antarmoda yang ada di Jakarta dan Bandung," tuturnya.

Budi mengapresiasi penggunaan teknologi tinggi dalam proyek KCJB, dengan proses pemasangan rel yang panjangnya 500 meter dan dilakukan secara bersama. Termasuk dalam pemasangan bantalan-bantalan rel kereta cepat.

"Saya bangga dan apresiasi bahwa sudah dilakukan suatu pekerjaan atas suatu kerja sama Indonesia-China, kereta api Jakarta Bandung dengan meletakkan rel dengan teknologi ini. Tentu apa yg dilakukan hari ini adalah suatu proses transfer knowledge dari China ke Indonesia," katanya.

Baca Juga: Tak Ingin Menikah dengan Pria Lain, Wanita di India Tulis Pesan Ajak Kawin Lari Melalui Selembar Uang

Dia menambahkan, mayoritas pekerjaan dalam proyek KCJB juga mengandalkan tenaga kerja lokal, termasik pada pemasangan rel yang melibatkan 1.000 tenaga kerja lokal dan 200 tenaga kerja asal Tiongkok.

Halaman:

Editor: Puji Fauziah


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network