Jelang Pasar Antri Dibuka Kembali, 200 Pedagang Jalani Rapid Test

- 6 Juni 2020, 20:33 WIB
Jelang pembukaan Pasar Antri, sekitar 200 pedagang ikuti rapid test.* /RIRIN NF/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - JELANG pembukaan Pasar Antri pasca ditutup 14 hari, dampak temuan kasus 2 pedagang terkonfirmasi positif corona virus disease (Covid-19), ratusan pedagang menjalani rapid test di Pasar Antri Jalan Sriwijaya Kota Cimahi, Sabtu 6 Juni 2020.

Ditemukan 16 sampel reaktif sehingga harus ditindaklanjuti dengan swab tes dan isolasi mandiri selama menunggu hasil swab.

Pelaksanaan rapid test diikuti 200 orang pedagang. "Kegiatan rapid test secara gratis diikuti 200 orang pedagang. Pelaksanaan tes menjadi syarat pembukaan Pasar Antri, dimana pedagang harus menjalani tes Covid dan dinyatakan negatif Covid," ujar Kepala Dinas Komunikasi Informasi Arsip dan Perpustakaan (Diskominfoarpus) Kota Cimahi Harjono.

Baca Juga: 17 Tahun Okupasi Tentara AS, Warga Irak Ramai-ramai Turun ke Jalan Demo Kematian George Floyd

Hasil rapid test ditemukan 16 sampel reaktif. "Hasil rapid test sebanyak 16 orang reaktif. Dijadwalkan untuk swab dan disarankan isolasi mandiri selama menunggu hasil swab," jelasnya.

Berdasarkan data tes, sudah ada sekitar 400 pedagang yang menjalani tes Covid. Terdiri dari 51 orang pada awal swab tes, 100 orang pedagang di Pendopo Cimahi, 50 orang ikut rapid test di Pasar Atas, dan 200 orang di Pasar Antri. "Menurut pengelola, jumlah pedagang sekitar 800 orang. Jadi sudah 50% yang sudah tes," imbuhnya.

Baca Juga: Harga Daging Ayam dan Bapokting di Pasar Kota Sukabumi Merangkak Naik

Menurut Harjono, pedagang yang menjalani rapid test kali ini termasuk pedagang kategori mikro. "Diharapkan untuk pedagang besar dan para bandar mau melakukan rapid test mandiri. Pedagang yang boleh berjualan harus tes dulu dan hasil rapid test atau swabnya negatif," ungkapnya.

Berbagai persiapan dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kota Cimahi menjelang dibukanya kembali operasional Pasar Antri. Termasuk, pemantauan lokasi pasar, serta pengaturan dan penataan terminal.

Baca Juga: Setelah 6 Hari Terperosok ke Sumur, Warga Ukraina di Bali Tidak Kuat Menggerakkan Tubuhnya

Sebelumnya, Pemerintah Kota Cimahi akan membuka Pasar Antri pada Minggu 7 Juni 2020. Penutupan pasar terkait temuan dua orang pedagang positif terinfeksi Covid-19. Pedagang tersebut merupakan perempuan berusia 60 tahun warga Kelurahan Setiamanah Kecamatan Cimahi Tengah, pedagang kerudung dan aksesoris ini sudah dinyatakan sembuh dan melanjutkan isolasi mandiri. Satu orang lagi, yaitu seorang laki-laki warga Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah,  Kabupaten Bandung Barat (KBB) seorang pedagang kelontongan.

Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna membenarkan hal tersebut, Jumat 5 Juni 2020. "Pasar Antri minggu besok dibuka. Ada persyaratan yang harus ditempuh kalau mau dibuka kembali," ujarnya.

Baca Juga: Tak Ada Penambahan Pasien Positif Covid-19 di Karawang, Rapid Test Terus Digelar

Sejumlah persyaratan yang harus ditaati dalam pembukaan pasar diantaranya lorong harus diperlebar untuk memudahkan lalu lintas warga, tes Covid, baik swab dan rapid test terus berjalan. "Itu berdasarkan teori epidemiologi gugus," ungkapnya.

Diakui Ajay, belum semua pedagang di Pasar Antri melakukan rapid test atau swab test, sehingga pihaknya memiliki kekhawatiran akan muncul kembali kasus Covid-19.

Baca Juga: Polrestabes Medan Turut Amankan 4 Terapis dalam Penggerebekan Prostitusi Berkedok Pijat

"Khawatir jelas, tapi mudah-mudahan tidak terjadi. Mengimbangi kekhawatiran dengan antisipasi di lapangan saat pasar dibuka. Jujur, menutup pasar juga sulit, karena itu kan pusat perekonomian, apalagi menjelang New Normal dan relaksasi. Tapi kita terus edukasi soal protokol kesehatan selama pandemi Covid ini," bebernya.

Sebelum pasar yang dikelola pihak swasta ini dibuka kembali, kata Ajay, pihaknya akan melakukan sterilisasi dan pengecekan. Setelah pasar dibuka, pengelola pasar harus menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat, untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Video Pocong Gentayangan di Purbalingga Meresahkan, Dua Pelaku Rekayasa Ditangkap Polisi

"Pembatasan jumlah pembeli sudah disampaikan ke pengelola, karena sudah ada contoh di pasar atas terus diterapkan. Jangan sampai klaster Pasar Antri terulang lagi, penyebaran virus yang harus diwaspadai. Jangan hanya pemeriksaan di area yang positif saja tapi menyeluruh," katanya. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X