Warga Rasakan Manfaat Keringanan Pajak di Kabupaten Bandung di Tengah Pandemi

- 5 Juni 2020, 14:30 WIB
Ilustrasi pajak.* /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Di Kabupaten Bandung, keringanan pajak dirasakan cukup membantu oleh masyarakat. Soalnya tak hanya Pajak Bumi dan Bangunan, sejak akhir April 2020 lalu, Pemkab Bandung melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga memberi keringanan atas kewajiban pajak restoran, reklame, hotel dan Bea Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Salah seorang warga Soreang, Syahrial (45) mengaku lega ketika menerima SPPT PBB nya tahun ini.

"Di dalam SPPT tersebut ada tulisan bahwa tagihan tidak usah dibayar untuk yang di bawah Rp 500.000," ujarnya, Jumat 5 Juni 2020.

Baca Juga: Laga Juventus Vs AC Milan Menjadi Pembuka Semifinal Leg Kedua Coppa Italia

Menurut Syahrial, biasanya ia selalu taat membayar PBB dengan nilai sekitar Rp 300.000 per tahun. Namun dalam kondisi pandemi saat ini, uang sejumlah itu juga sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah sulitnya mencari nafkah.

Sementara itu salah seorang pengusaha rumah makan di Kecamatan Banjaran, Tedi (40) mengaku omzet dan penghasilannya menurun hampir sampai 50 persen sejak pandemi Covid-19 merebak pertengahan Maret 2020 lalu. Pemasaran secara daring pun dirasakan tidak cukup membantu, sementara gaji pegawai harus tetap dibayar.

"Alhamdulillah ternyata pajak dikurangi 50 persen, sehingga beban saya sedikit berkurang. Bagi saya yang utama saat ini adalah gaji pegawai, karena mereka harus tetap bisa menghidupi keluarga," kata Tedi.

Baca Juga: Pengamat: Penerimaan Terhadap Isu Politik Dinasti di Kabupaten Bandung Akan Dipengaruhi Beragam Hal

Sebelumnya, Kepala Bapenda Kabupaten Bandung Usman Sayogi mengatakan, PBB bagi masyarakat pemilik buku satu dan dua di bawah nilai Rp 500.000, dibebaskan atau digratiskan.

"Untuk buku tiga dan empat dengan nilai di bawah Rp 5 juta diberikan pengurangan 50 persen," ujarnya.

Keringanan sebesar 50 persen juga diberikan kepada mereka yang memiliki kewajiban pajak restoran. Sementara pajak hotel dan pajak reklame diringankan sampai 30 persen serta BPHTB juga diberi keringanan 15 persen.

loading...

Baca Juga: Unggah Ucapan Ulang Tahun untuk Anak Bungsu Mulan Jameela, El Rumi: Kata Orang, Mirip Sama Gue

"Keringanan ini sebagai rasa empati pemerintah daerah sekaligus menindaklanjuti surat permohonan dari para pengusaha restoran, hotel dan reklame. Pembebasan PBB untuk nilai di bawah Rp 500.000 juga diharapkan bisa mengurangi beban masyarakat di tengah pandemi," kata Usman.

Usman mengaku jika keringanan tersebut memang akan berdampak pada capaian target pendapatan daerah Kabupaten Bandung 2020. Namun tanpa itu, wajib pajak juga akan sulit tumbuh berkembang pascapandemi.

Jika itu terjadi, justru kemampuan mereka untuk membayar pajak ke depannya akan semakin lemah. Begitu juga masyarakat sebagai wajib PBB.

Menurut Usman, saat ini WP PBB Kabupaten Bandung tercatat sebanyak 1,1 juta orang. Sedangkan WP pajak hotel, restoran dan reklame mencapai 1.800 orang/perusahaan serta WP BPHTB rata-rata per tahun mencapai 11.000-12.000 orang.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X