Pengamat: Penerimaan Terhadap Isu Politik Dinasti di Kabupaten Bandung Akan Dipengaruhi Beragam Hal

- 5 Juni 2020, 14:17 WIB
DINASTI politik.* /POLITICAL DYNASTY

PIKIRAN RAKYAT - Penerimaan masyarakat terhadap isu politik dinasti dalam Pilkada Kabupaten Bandung akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Beberapa yang paling utama adalah ketersediaan alternatif bakal calon baru dan kondisi sosiologis masyarakatnya sendiri.

Pengamat politik sekaligus pakar kebijakan publik Universitas Padjadjaran Asep Sumaryana mengatakan, masih bertahannya politik dinasti di negara berkembang seperti Indonesia adalah hal yang wajar.

"Dalam sejarah sudah banyak terjadi dan masyarakat menerima," ujarnya saat dihubungi Jumat 5 Juni 2020.

Baca Juga: Lampu Merah Tuban Dibuat Ala Starting Grid MotoGP, Dibuat untuk Sukseskan Physical Distancing

Dari segi figur, kata Asep, politik dinasti masih bisa bertahan karena adanya keraguan elit politik terhadap bakal calon alternatif. Bakal calon alternatif yang ada kemungkinan masih diragukan bisa melanjutkan dan meningkatkan keberhasilan pembangunan yang sudah berjalan saat ini.

Di negara berkembang, tentunya elit politik pun masih menginginkan tren positif dalam perkembangan pembangunan untuk terus berlanjut. Apalagi selama ini kemajuan tersebut diperjuangkan dengan susah payah oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Hal yang sama, tentunya juga menjadi harapan masyarakat. Oleh karena itu kondisi sosiologis juga sangat berpengaruh dalam penerimaan terhadap isu politik dinasti.

Baca Juga: Cellica Sebut Ridwan Kamil dan Kepala Daerah di Jawa Barat Kompak Tangani Covid-19

Menurut Asep, ada tiga kelompok masyarakat secara umum dalam sudut pandang sosial-politik. Yang pertama adalah masyarakat tradisional.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X