'Gasibu' Berlanjut, Atalia : Tak Boleh Ada Warga Jabar yang Kelaparan

- 3 Juni 2020, 15:38 WIB
KESIBUKAN layanan dapur umum Gasibu.* /NOVIANTI NURULLIAH/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Layanan dapur umum untuk Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) yang didirikan Pemprov Jawa Barat di masa tanggap darurat Covid-19 terus berjalan.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat (Jabar) sekaligus Ketua Umum Jabar Bergerak, Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring guna memastikan desa/kelurahan atau kecamatan di seluruh Jabar membuka dapur umum dan menjalankannya dengan baik.

“Kami hadir, sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Barat, untuk memastikan bahwa dapur umum di kabupaten/kota di Jawa Barat berjalan dengan baik. Dan, ini untuk memastikan bahwa tidak boleh ada warga Jawa Barat yang kelaparan, karena mereka mengalami yang namanya darurat pangan,” kata Atalia, dalam keterangan resmi, Rabu 3 Juni 2020.

Baca Juga: Pasien Nomor 7 Terpapar Covid-19, Warga hingga Sopir Bis yang Pernah Kontak Disisir Petugas

Untuk mendukung gerakan dapur umum ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan berupa 100 kilogram beras perkelurahan/desa. Namun, Atalia meminta bantuan beras tersebut diberikan kepada masyarakat sudah dalam bentuk nasi atau nasi bungkus.

“Jadi, berasnya tidak boleh dibagikan dalam bentuk beras. Tapi kalau dalam kondisi tertentu tempatnya jauh, tidak memungkinkan (bantuan) ditempatkan di titik kantor kepala desa atau kelurahan, itu bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing tetapi tetap harus dilakukan,” katanya.

Baca Juga: Padati ‘Jalur Tikus’, Kendaraan yang Tak Miliki SIKM Jakarta

Atalia ingin memastikan bahwa dapur umum di setiap daerah konsisten dilaksanakan agar tidak ada warga Jabar yang kelaparan di tengah pandemi Covid-19.

"Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini dilakukan dengan konsisten untuk meminimalisir rawan pangan di daerah masing-masing. Karena dampak ekonomi Covid-19 sangat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Sempat Sedih, Calhaj Kota Cimahi Ikhlas Keberangkatan Haji Ditunda Demi Keselamatan

Dapur umum dan Gasibu sendiri merupakan instrumen yang melengkapi sembilan pintu bantuan sosial pemerintah. Sembilan pintu itu adalah KartuProgram Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, bantuan sosial (bansos) dari presiden untuk perantau di Jabodetabek, Dana Desa (bagi kabupaten), Kartu Pra Kerja, bantuan tunai dari Kemensos, bansos provinsi, serta bansos dari kabupaten/kota.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya menggagas Gerakan Nasi Bungkus atau Gasibu yang bertujuan untuk memastikan semua masyarakat Jabar dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya. Meski begitu, bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah berbeda nilai, jenis, waktu penyebaran dan mekanismenya.

Baca Juga: FKKBIHU : Meski Batal, Calhaj Tak Mengambil Lagi Biaya Ibadah Hajinya

"Akan kita bantu, pintunya ada sembilan pertolongan, namun tanggung jawab kami ada di dua pintu, yaitu Bansos provinsi dan Gasibu. Sisanya bantuan dari pusat dan kota/ kabupaten," kata Emil. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X