Pegawai Laundry Tewas di Kamar Indekos, Kejanggalan Ini Dorong Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

- 1 Juni 2020, 14:47 WIB
SEJUMLAH personel tim Inafis Polresta Bandung memasang garis polisi usai mengevakuasi sesosok mayat yang ditemukan warga di sebuah rumah kontrakan di Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Minggu, 31 Mei 2020. Ditemukan sesosok mayat berjenis kelamin perempuan, usai warga mencium bau menyengat dari sebuah rumah kontrakan di daerah tersebut.* /ADE MAMAD/PR

PIKIRAN RAKYAT – AK (33), seorang pegawai laundry, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi jenazah sudah membusuk di kamar indekosnya di Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Minggu 31 Mei 2020.

Sejumlah indikasi dan kejanggalan membuat polisi menyelidiki dugaan pembunuhan, kendati tidak ada tanda kekerasan di jasad almarhumah.
Kapolsek Margahayu Komisaris Agus Wahidin mengatakan, sejauh ini pihaknya mendapat informasi dari orang tua korban bahwa ia sudah lama mengidap penyakit asma.

"Dikhawatirkan korban overdosis saat mengonsumsi obat, karena posisiya seperti orang tidur diapit guling dan berselimut," ujarnya saat dihubungi Senin, 1 Juni 2020.

Baca Juga: Ungkap Dampak Protes Kematian George Floyd di AS, Analis: Memberi Tekanan terhadap Dolar

Saat ditemukan, diduga korban sudah meninggal sekitar lima hari sebelumnya. Hal itu diketahui dari keterangan saksi yang menyebutkan bahwa mereka terakhir kali bertemu korban pada Selasa 26 Mei 2020, dan dikuatkan oleh pemilik laundry tempat korban bekerja, bahwa ia memang sudah tidak masuk tanpa keterangan sejak Rabu keesokan harinya.

Meskipun belum menemukan tanda-tanda kekerasan, kata Agus, pihaknya sudah mengirim jenazah korban ke rumah sakit untuk autopsi.

Sambil menunggu hasil autopsi tersebut, polisi juga akan terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Baca Juga: Sri Mulyani Rinci Penggunaan Pinjaman Rp 3,6 Triliun dari Bank Dunia untuk Tangani Covid-19

Agus tak menampik jika memang ada indikasi pembunuhan terhadap korban.

loading...

Soalnya kunci kamar kosan Ajeng dalam keadaan terkunci menggunakan gembok dari luar, saat jenazahnya ditemukan oleh warga.

Selain itu, informasi dari sejumlah saksi juga menyebutkan jika korban tinggal bersama seorang laki-laki yang diduga suami siri-nya.

Baca Juga: Dokter Imbau Warga untuk Gunakan Masker dengan Baik Saat Berolahraga

Laki-laki tersebut juga diduga membawa sepeda motor korban saat meninggalkan kamar tersebut.

"Namun identitas laki-laki itu masih belum diketahui, karena keluarga dan tetangga tidak tahu dia orang mana atau kerjanya di mana. Selain itu korban juga memang dikenal tertutup," kata Agus.

Sementara ini, Agus melansir pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa telefon seluler milik korban dan KTP mantan suaminya.

Baca Juga: DPW PKB Jabar Gelar Roadshow ke Sentral Ekonomi Rakyat Garut dan Sumedang

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X