PSBB Dilanjut, Disdik Kota Cimahi : Siswa Masih Belajar di Rumah

- 29 Mei 2020, 15:41 WIB
ILUSTRASI siswa, pelajar, sekolah.* /

PIKIRAN RAKYAT - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi memastikan aktifitas sekolah tidak akan dimulai pada era kenormalan baru 1 Juni 2020 mendatang sesuai kebijakan pemerintah pusat. Kegiatan sekolah di Kota Cimahi mengacu pada kebijakan perpanjang masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau PSBB tahap 4 yang berlangsung selama 14 hari mulai 30 Mei - 12 Juni 2020.

Demikian diungkapkan Kepala Disdik Kota Cimahi Hendra Gunawan, Jumat 29 Mei 2020. "Kita ikuti kebijakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GT PPC-19) Kota Cimahi, PSBB dilanjutkan dengan demikian sekolah masih ditutup. Siswa masih belajar di rumah," ujarnya.

Masa belajar di rumah bagi siswa SD dan SMP di Kota Cimahi berlangsung sejak 17 Maret 2020. "Untuk PSBB tahap 4 berlangsung sampai 12 Juni 2020," katanya.

Baca Juga: Doa Qunut Pengusir Wabah Dipanjatkan dalam Salat Jumat Perdana di Cibinong

Diakui Hendra, terdapat kekhawatiran orangtua terkait era kenormalan baru mulai 1 Juni 2020 dengan salah satu aspek sekolah dibuka. Apalagi, status Kota Cimahi zona merah kasus covid-19, sehingga mereka waswas jika anak-anak masih harus bersekolah di tengah pandemi Covid-19.

"Memang ada orangtua yang mempertanyakan, terutama harapan kapan Covid-19 ini akan berlalu. Mudah-mudahan penundaan sekolah kembali beraktifitas bisa menjawab kekhawatiran masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Indonesia Dorong Akses Vaksin untuk Semua Negara Terdampak Pandemi Covid-19

Selama masa belajar di rumah, sekolah menyelenggarakan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Disesuaikan dengan kegiatan yang sudah dirancang sekolah dan mengikuti agenda pendidikan, seperti saat ini akan menjelang penilaian akhir tahun dan sebagainya," imbuhnya.

Meski demikian, diakui Hendra, saat ini menjadi persiapan menjelang penerapan era kenormalan baru, termasuk di lingkungan sekolah. "Insya Allah kita sedang bahas standar operasional prosedurnya sesuai protokol kesehatan. Hal itu sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan sekolah, dan ini harus betul-betul diterapkan oleh sekolah. Harus dilaporkan dan ada pengawasannya, ini bagian dari perlindungan terhadap anak-anak," jelasnya.

Baca Juga: Tunda Penerapan New Normal, Kota Cimahi Masuki PSBB Tahap Ke-4

Kekhawatiran soal sekolah dibuka pada 1 Juni 2020 diungkapkan warga Cimahi, Wina (36). Dia memilih menunda anaknya masuk sekolah di tingkat SD jika saat ini dipaksakan bersekolah. "Kalau masih pandemi Covid, terus terang saya belum siap membiarkan anak bersekolah," ujarnya.

Hal serupa diungkapkan orangtua lainnya, Titi (37). "Saya juga tidak siap, enggak apa-apa ditunda sekolah yang penting aman dulu," katanya.

Baca Juga: OJK : Per April 2020, Kredit Perbankan Hanya Tumbuh 5,73 Persen

Selain itu, orangtua meminta sekolah bersiap akan penerapan kenormalan baru. "Kalau mau dibuka, sekolah harus siap dalam penerapan kenormalan baru dengan upaya pencegahan penularan Covid-19. Jangan sampai terjadi penularan Covid justru di sekolah yang bisa membahayakan anak-anak," tuturnya. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Warna Media Bali

Mobil Dinas RI-2 Mogok

13 Juli 2020, 17:35 WIB
X