Dadang M. Nasser : Jangan Tarik Lagi Bantuan bila Penerimanya Pindah atau Wafat

- 29 Mei 2020, 10:39 WIB
BUPATI Bandung Dadang M. Naser (dua kanan) saat mengunjungi balai Desa Tenjolaya, Pasirjambu, Kamis sore.* /SARNAPI/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Bupati Bandung Dadang M. Nasser meminta kantor pos yang menyalurkan bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemprov Jabar agar tak menarik lagi bantuan, dikarenakan penerimanya wafat atau pindah rumah. Atas kesepakatan warga dan kepala desa, bisa saja bantuan dialihkan kepada warga terdampak pandemi Covid-19 yang belum terdata.

"Kami mendapatkan laporan banyaknya bantuan pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar yang ditarik lagi oleh petugas pos karena penerimanya wafat atau pindah rumah," kata Dadang Naser saat silaturahmi dengan warga Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Kamis sore 28 Mei 2020.

Dia menambahkan, kebijakan petugas pos juga berbeda-beda. "Kadang ada petugas pos yang menyerahkan bantuan kepada warga lain setelah ada surat persetujuan dari kepala desa dan warga, namun ada juga petugas pos yang tak mau tahu sehingga langsung menarik saja bantuan. Lalu bantuan yang ditarik mau diapakan?" Katanya.

Baca Juga: AS dan Tiongkok Makin Tegang, Rupiah Melemah 10 Poin Pagi Ini

Sementara itu,  akibat masih banyak warga terdampak pandemi Covid-19 yang belum tersantuni sehingga pemerintahan Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, berinisiatif membagikan 2.000 paket sembako. Dari 4.207 kepala keluarga (KK) sebanyak 1.407 KK belum tersentuh bantuan pemerintah.

"Untuk bantuan penanganan warga yang terdampak Covid-19 dari bantuan langsung tunai dana desa sebanyak 389 KK dengan jumlah Rp 600.000/bulan," kata Kepala Desa Tenjolaya, Isman Somantri.

Baca Juga: Farhan Donasikan Puluhan Ribu APD untuk Tenaga Kesehatan di Jabar

Dia menambahkan, BLT Dana Desa sebanyak  389 KK yang  sudah disalurkan kepada warga yang berhak. "Bantuan lain dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pemerintah pusat untuk 750 KK. Sedangkan dari Pemkab Bandung bagi warga miskin baru sejumlah 305 KK yang berbentuk paket sembako," ujarnya.

Sementara bantuan Pemprov Jabar untuk  619  KK dengan jumlah bantuan  Rp 150.000/KK. "Bantuan Pemprov Jabar selain uang juga ditambah dengan paket  sembako senilai Rp 350.000," ucapnya.

Baca Juga: Guru Besar Unpad: New Normal Jalan Tengah bagi Perekonomian dan Kesehatan

Somantri menambahkan, bantuan bagi warga terdampak Covid-19 juga beras dari bantuan Presiden sebanyak  274 KK. "Kami juga mendapatkan bantuan perluasan sembako sejumlah 425 KK, tapi sampai kini  belum cair," ucapnya.

Apabila bantuan dari pemerintah pusat sampai Pemkab Bandung itu dijumlahkan, kata Somantri, sebanyak 2.762 KK sehingga ada 1.445 KK yang belum menerima bantuan pemerintah. "Untuk itu secara pribadi saya membagikan 2.000 paket sembako kepada warga yang belum masuk data pemerintah. Alhamdulillah warga merasa sangat terbantu," katanya. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X