Kota Bogor Menuju Tatanan Kehidupan Baru, Bima Arya: Akan Dimulai 4 Juni 2020

- 27 Mei 2020, 13:32 WIB
WALI Kota Bogor Bima Arya berswafoto di dalam ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor seusai menjalani perawatan karena didiagnosa terpapar COVID-19, belum lama ini. Setelah menjalani perawatan selama 17 Hari, kondisi Bima Arya berangsur pulih.* /DOK. PRIBADI

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Kota Bogor menyiapkan aturan menuju fase tatanan baru selama masa pandemi Covid-19. Sebelumnya mencapai fase tatanan kehidupan normal, Pemkot Bogor sepakat menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Demikian diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya dalam konferensi pers di Balaikota Bogor, Rabu 27 Mei 2020.

“Insya Allah fase tatanan baru akan dimulai pada 4 Juni 2020. Ini menyesuaikan dengan masa akhir dari PSBB di DKI Jakarta, karena Bogor tidak lepas dan terintegrasi dengan Jakarta dan sekitarnya,” ujar Bima Arya.

Pelaksanaan PSBB transisi, menurut Bima Arya didasarkan pada hasil fokus grup diskusi dari semua kalangan seperti akademisi, pengusaha, dan ahli dari berbagai elemen di Kota Bogor. Berdasarkan uraian pakar epidemiologis, apabila tren PSBB tahap tiga di Kota Bogor, kasus Covid-19 landai, maka Kota Bogor bisa mulai memasuki fase baru pasca PSBB.

Baca Juga: Tragis, Kamar Mayat Penuh Keluarga Korban COVID-19 di Ekuador Harus Cari Jasad di Peti Kontainer

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, selama tiga tahapan PSBB, penambahan kasus Covid-19 cenderung melandai. Perinciannya, penambahan kasus pada PSBB pertama sebanyak 15 kasus, PSBB tahap dua, 14 kasus, dan PSBB ketiga, 5 positif.

“Jadi fasenya semakin melandai, dan RO-nya 0,74, di bawah 1. Bisa disimpulkan bahwa kontaminasi di Kota Bogor relatif bisa dikendalikan, tantangan terbesarnya adalah arus mudik yang masuk ke Kota Bogor,“ kata Bima Arya.

PSBB transisi, menurut Bima Arya, menjadi salah satu upaya untuk menyesuaikan diri dengan tatanan kehidupan baru 4 Juni 2020 mendatang. Pada PSBB transisi saat ini, salah satu yang perlu ditekankan adalah pengendalian arus keluar mudik orang ke Kota Bogor di wilayah RT dan RW.

Baca Juga: Sumbang Banyak Pemain Muda, I Made Wirawan Puji Pembinaan Diklat Persib Bandung

Sementara untuk aktivitas perdagangan seperti toko non pangan, pasar serta restoran sudah mulai dapat beroperasi dengan sejumlah persyaratan. Salah satu persyaratan yang perlu dipenuhi adalah tempat usaha wajib menerapkan protokol kesehatan baik bagi pengunjung maupun karyawannya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X