Selasa, 2 Juni 2020

Bala-bala dan Kue Lebaran yang Membuat Stok Terigu di Jawa Barat Menipis

- 20 Mei 2020, 10:40 WIB
TEPUNG terigu merupakan salah satu tepung yang dapat menggantikan tepung jagung.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Selama bulan puasa, konsumsi terigu di Jawa Barat meningkat. Kegemaran mengonsumsi bala-bala dan sejumlah penganan terigu untuk berbuka dan kebutuhan penganan jelang lebaran membuat stok terigu di Jabar perlu sokongan dari wilayah lain. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Moh Arifin Soedjayana mengatakan, di gudang Bulog saat ini stok terigu tinggal 14 ton lagi. Selain karena kebutuhan selama bulan puasa, terigu pun menjadi salah satu macam bahan pangan yang diberikan dalam paket bantuan sosial dari provinsi. 

Baca Juga: Covid-19 Mewabah, Saatnya Wakil Rakyat Beri Perhatian Kepada Dapilnya

"Ada 14 ton tepung terigu, bulog mau konsolidasi dengan Bulog lain sehingga bisa memenuhi kebutuhan terigu saat ini," kata Arifin, Rabu 20 Mei 2020.

Menurut dia, soal ketersediaan bahan pokok jelang Idul Fitri pihaknya telah melakukan pemantauan di 10 pasar di Kota Bandung. Hasilnya relatif stabil dan ketersediaan barang relatifi aman.

"Yang berubah itu ayam boiler. Sempat turun minggu kemarin sekarang sudah mendekati harga normal di Rp 33.000-34.000, kekawatiran peternak sekarang tidak akan terjadi. Kedua yang naik itu bawang merah karena konsumsi ibu rumah tangga cukup tinggi, dan ketiga terigu juga naik," kata dia. 

Baca Juga: Sejumlah Seniman di Kota Bandung Peroleh Bantuan dari PKB Jabar

Hal itu dikarenakan orang buat kue dan lainnya. Di Bulog sangat sedikit, ini juga dikaitkan dengan bantuan sembako provinsi yang ada terigunya. 

"Kebiasaan orang Jabar buka puasa bikin bala-bala itu membuat meningkatkan konsumsi," kata dia. 

Sementara itu, melihat buffer stock di Bulog, Arifin mengatakan, ada 223.861 ton beras di Bulog untuk bulan ke depan. Kemudian sebanyak 4.821 ton gula, 735 ton minyak goreng untuk stoknya bulan kedepan.

Baca Juga: Batalyon Infanteri 310 Kidang Kancana Bagikan Paket Sembako kepada Warga Kurang Mampu

Arifin juga menuturkan, kondisi ketersediaan telur yang terbilang melimpah di pasar. Kondisi ini yang menurutnya alasan kenapa telur menjadi bagian dari paket sembako yang dibagikan ke masyarakat. 

Meski ada kenaikan, sejumlah bahan pokok di sisi lain menurutnya, mengalami penurunan, karena itu kenaikan tiga komoditas dinilai tidak terlalu signifikan bagi keseluruhan kondisi harga bahan pokok di Jawa Barat.

“Jadi secara umum kondisi untuk ketersediaan barang pokok menjelang hari raya Idul Fitri juga harga-harga juga cukup stabil,” ujarnya. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X