Komitmen Mencegah Covid-19, Kota Bandung Akan Lanjutkan Pembatasan Aktivitas Masyarakat

- 15 Mei 2020, 21:11 WIB
KEPALA Bidang Usaha Non Formal Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Bandung A. Tadjudin Sastrawinata (kanan), didampingi Ketua Forum PKL Kota Bandung, Jefri (kiri), dan perwakilan Youtap dari Bandung melihat fasilitas cuci tangan bagi forum PKL Juara Bandung, di Jalan Malabar, Kota Bandung, Jumat (15/05/2020). Fasilitas tersebut diharapkan bisa membantu PKL dalam beradaptasi menjalankan masa kenormalan baru, setelah adanya pandemi Covid-19 ini dengan mengedepankan hidup bersih, sehat dan aman.
KEPALA Bidang Usaha Non Formal Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Bandung A. Tadjudin Sastrawinata (kanan), didampingi Ketua Forum PKL Kota Bandung, Jefri (kiri), dan perwakilan Youtap dari Bandung melihat fasilitas cuci tangan bagi forum PKL Juara Bandung, di Jalan Malabar, Kota Bandung, Jumat (15/05/2020). Fasilitas tersebut diharapkan bisa membantu PKL dalam beradaptasi menjalankan masa kenormalan baru, setelah adanya pandemi Covid-19 ini dengan mengedepankan hidup bersih, sehat dan aman. /ADE BAYU INDRA/"PR"

Ahyani turut menyampaikan, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bandung terus bertambah. Kini, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 lebih banyak daripada yang meninggal.

Berdasarkan data terkini-Jumat 15 Mei 2020, pukul 12.00-, terdapat 279 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sejumlah 46 di antaranya sembuh, 36 meninggal. "Semoga, sejumlah pasien dalam pengawasan juga segera sembuh," ucap Ahyani.

Ahyani menyampaikan, jumlah total orang dalam pemantauan (ODP), yakni 3.635. Sementara itu, jumlah total pasien dalam pengawasan (PDP), 798. Jumlah ODP maupun PDP terus bertambah karena upaya pelacakan masif Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Baca Juga: Gara-gara Tak Ada Kejelasan Biaya, SK Rujukan Pemkot Cirebon Buat Bingung RS Swasta

Pihaknya, ucap Ahyani, terus mengumpulkan data maupun hasil analisis dari para ahli guna beroleh rujukan akurat perihal pandemi Covid-19 yang terdapat di Kota Bandung. Data beserta hasil analisis para ahli menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan, atau strategi penanganan Covid-19 di Kota Bandung.

"Selain analisis para ahli, kami pun beroleh data dari kewilayahan, tiap-tiap koordinator bidang gugus tugas, dan mencari melaui metode survei," ucap Ahyani.

Larangan Mudik

Ahyani mengaku lega akan kebijakan pemerintah pusat memberlakukan pelarangan mudik. Kebijakan itu merupakan bagian langkah mencegah penyebaran Covid-19.


Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna menyebutkan, para Aparatur Sipi Negara, terutama di lingkungan Pemkot Bandung dapat memberi contoh baik kepada masyarakat. "ASN dilarang mudik, kecuali ada hal berkaitan dengan kemanusiaan yang betul-betul mendesak," ujar Ema secara tegas.

Seumpama ada ASN yang mudik tanpa dasar betul-betul mendesak, Ema menyebutkan, bakal berlaku sanksi. Bentuk sanksi ringan, hingga sedang. "Bentuknya bisa berupa penundaan kenaikan pangkat," ucap Ema.‎

Kementerian dan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi juga telah mengeluarkan larangan secara tegas perihal mudik, dan cuti bagi ASN selama masih terjadi pandemi Covid-19 di Indonesia. Larangan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Menteri PANRB No. 46/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan/atau Cuti Bagi ASN dalam Upaya Pencegahan Covid-19. ***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X