Senin, 25 Mei 2020

Dapur Umum Swadaya, Solusi Warga Terdampak Virus Corona (Covid-19)

- 9 April 2020, 08:27 WIB
Ilustrasi Dapur Umum .* /RAHMI NURFAJRIANI/PR

PIKIRAN RAKAYAT - Kebanyakan warga RT 6 RW 5 Lio Genteng, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar mencari nafkah dengan berdagang. Kelangsungan usaha kaki lima sejumlah warga RT 6 RW 5 Lio Genteng terganggu akibat kondisi pandemi Covid-19.

Bentuk upaya mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan pangan di tengah kondisi pandemi Covid-19, warga mendirikan dapur umum secara swadaya.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Nyengseret Sandi Syarif mengatakan, penghasilan warga jauh berkurang sejak pandemi Covid-19, sekitar tiga pekan lalu.

Baca Juga: Pengemudi Ojol yang Ditipu Penumpang Sampai Menangis Terima Santunan

Bantuan paket sembako dari Pemerintah Kota Bandung tak menyentuh seluruh warga RT 6 RW 5 Lio Genteng. "Kami mengajukan 55 dari sekitar 100 keluarga yang ada di RT 6 agar beroleh bantuan dari Pemkot Bandung. Akan tetapi, hanya 5 yang beroleh bantuan ," tutur Sandi di Bandung, Rabu, 8 April 2020.

Aktivitas dapur umum, ucap Sandi, berjalan sejak satu pekan lalu, murni bersumber dari swadaya masyarakat. Warga urunan guna membeli bahan pangan, memasak secara bergiliran. Warga yang betul-betul tak punya uang menjadi prioritas penerima manfaat keberadaan dapur umum.

Sandi menyampaikan, kondisi pandemi Covid-19 betul-betul menyebabkan perekonomian warga goyah, sebagian di antaranya sampai kesulitan memenuhi kebutuhan pangan. Sementara itu, hanya 30 dari sekitar 100 keluarga yang beroleh Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) dari pemerintah pusat.

Baca Juga: BERITA BAIK: 70 Pasien COVID-19 di RSPI Sulianto Saroso per 8 April 2020 Dinyatakan Sembuh

"Pengajuan 55 keluarga agar beroleh bantuan dari Pemkot Bandung di luar (keluarga) yang beroleh PKH dan BNPT . Kini, warga menantikan bantuan dari Pemprov Jawa Barat," ucap Sandi.

Posko
Pengurus RW 8 Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal membentuk posko pencegahan Covid-19, bernama Lebak Bersatu. Salah satu fungsi posko, yakni memantau pergerakan warga. Petugas mengimbau warga yang melewati posko agar segera kembali ke rumah masing-masing.

Camat Batununggal Tarya menuturkan, pembentukan posko merupakan bentuk tindak lanjut dari gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19, merujuk instruksi Wali Kota Bandung Oded M Danial. Pembentuk posko di kewilayahan, serta melibatkan Ketua RW termasuk dalam satu instruksi.

Baca Juga: Penanggulangan Virus Covid-19, Hanura Jawa Barat Bentuk Satgas

"Pengurus RW 8 berinisiatif mendirikan posko. Tujuannya, membuat warga nyaman, dan tenang. Jalan Lebak (titik posko) merupakan akses masuk, dan ke luar warga setempat dengan RW 5, mobilitasnya cukup banyak, " ucap Tarya.

Posko semacam itu, menurut Tarya, perlu ada di tiap-tiap kelurahan. Paling tidak, terdapat satu posko di tiap-tiap keluarahan. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X