Sabtu, 30 Mei 2020

Ahli Patologi Tegaskan Lokasi Rapid Test Tak Akan Jadi Sarang Virus Corona

- 5 April 2020, 13:17 WIB
SPANDUK mengenai Virus Corona terpasang di depan Kantor Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Senin, 23 Maret 2020. Sebanyak 2.000 kuota disiapkan untuk Rapid test di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, yang rencananya akan digelar Rabu, 25 Maret 2020.* /ARMIN ABDUL JABBAR/PR

PIKIRAN RAKYAT – Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Kesehatan (Labkes) Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Tati Sutarti SpPK menyatakan sebuah tempat pelaksaan rapid test tak lantas menjadi sarang virus corona atau Covid-19.

Sekalipun virus tersebut ada, tidak akan menular lewat udara karena penyebarannya terjadi melalui cipratan air liur.

Tati yang juga seorang spesialis patologi menuturkan, virus corona membutuhkan media untuk diam atau hidup dan tidak bisa bertahan di udara.

Baca Juga: Virus Corona Mati Setelah Jenazah Dimakamkan, Simak Penjelasannya

Sekalipun menempel pada media benda mati, itupun waktu bertahannya tidak lebih dari 6 jam. 

“Tidak terbawa udara. Virus corona tidak ada penularan dari udara tapi dari percikan ludah, makanya kita jarak sekitar 1,5 meter. Itu untuk menghindari terkena percikan atau droplet, karena virus itu hidup bertahan dengan media air ludah,” jelas Tati, Sabtu 4 April 2020.

Meski terdapat kasus penularan melalui sentuhan ataupun berinteraksi pada suatu tempat yang sama, Tati menyebut hal itu kemungkinan akibatkan ada air liur yang keluar dari orang positif corona pada saat berbicara kemudian menempel pada suatu benda mati.

 Baca Juga: VIDEO Cara Robert Alberts Jaga Skuad Persib Jauh dari Rasa Jenuh

Untuk itu, sambung Tati, selain dengan disiplin physical distancing, setiap orang dimmbau menggunakan masker.

Utamanya ketika sedang beraktivitas ke luar rumah, karena hal itu sangat membantu untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Humas Kota Bandung


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X