Jumat, 5 Juni 2020

Harga Karet Lesu, PTPN VIII Konversi Lahan Karet Menjadi Sawit di Sukabumi

- 1 April 2020, 08:03 WIB
Ilustrasi PERKEBUNAN sawit .*/ANTARA /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - PTPN VIII tengah memproses konversi lahan seluas 4.000 ha yang semula perkebunan karet menjadi perkebunan sawit di Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Kebun Cibungur. 

Kepala Divisi Tanaman PTPN VIII Dian Hadiana Arief mengungkapkan, pihaknya tengah mengurus perizinan untuk perubahan komoditas. Pasalnya, anak perusahaan BUMN perkebunan itu akan mengkonversi salah satu lahan pertanaman karetnya menjadi kebun sawit

"Harga Komoditas karet yang tidak menentu, ditambah saat ini maraknya penggunaan karet sintetis di berbagai industri mendorong PTPN VIII untuk melakukan beberapa langkah agar industri perkebunan ini dapat bertahan dengan upaya mengkonversi sebagian lahan karet menjadi sawit," ujar Dian pada wartawan di Bandung, Senin (31/3/2020). 

Baca Juga: Kurangi Penyebaran Covid-19, Tahanan Ikuti Sidang Melalui Video Conference

Diakui dia, saat ini pihaknya tengah melakukan pengurusan izin untuk perubahan komoditas. Rencana ini sesuai dengan rencana jangka panjang perusahaan yang akan mengkonversi lebih dari 4.000 ha karet menjadi sawit

Selain itu, lanjut Dian, PTPN VIII berencana akan membangun satu pabrik kelapa sawit dalam mendukung proses bisnis perusahaan nantinya. 

"Secara teknis, sudah tidak ada masalah terkait lahan konversi dan pada tanggal 28 Februari lalu, Dinas pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengeluarkan Rekomendasi Teknis Konversi Tanaman Karet ke Kelapa Sawit pada Kebun Cibungur dengan Nomor 525/520 - Bid.Bun," kata dia. 

Baca Juga: Antisipasi Mudik Lebaran di Tengah Pandemi COVID-19, Berikut 4 Arahan Presiden Jokowi

Menurut dia, hal itu tinggal menunggu beberapa perizinan lainnya. Adapun proses perizinan ini sudah di lakukan dari tahun 2019 lalu. 

"Memang banyak hal yang harus diurus karena ini perubahan komoditas, " ucap dia. 

Saat ini, kata Dian, PTPN VIII memiliki luas areal sawit tertanam sekitar 21.231,08 ha. Sawit menjadi primadona bagi Indonesia, seolah tak lekang oleh waktu komoditas ini terus menjadi andalan bagi Indonesia dalam meningkatkan dan menambah devisa negara. 

Baca Juga: Venue US Open Diubah Jadi Rumah Sakit Covid-19 Amerika Serikat 

Dia menambahkan, hingga saat ini, Indonesia tercatat sebagai produsen dan eksportir kelapa sawit terbesar di dunia. Selain itu, Presiden Joko widodo juga sempat menyampaikan dalam pidato kenegaraannya bahwa Indonesia akan lebih banyak mengkonsumsi minyak sawit untuk keperluan dalam negeri, terutama untuk biofuel. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Ringtimes Banyuwangi

Diam

5 Juni 2020, 16:00 WIB
X