Rabu, 3 Juni 2020

Pemkab Bandung Dapat 556 Alat Tes Covid-19, DN : Untuk Zona Merah Mekanismenya Door to Door

- 30 Maret 2020, 11:38 WIB
Rapid Test di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.* /HANDRI HANDRIANSYAH/PR

PIKIRAN RAKYAT - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami mengungkapkan, Kabupaten Bandung mendapatkan kuota alat tes Covid-19 sebanyak 556 buah.

Pelaksanaan tes dilakukan melalui mekanisme drive thru dan door to door oleh puskesmas dan di rumah sakit

Baca Juga: Video Virtual Reality (VR) Tunjukkan Kerusakan Paru-paru Pasien COVID-19

"Alhamdulillah, untuk pelaksanaan drive thru ini berjalan lancar berkat kerjasama dengan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Bandung. Pelaksanaan rapid test di Stadion Si Jalak Harupat pada Sabtu lalu 28 Maret 2020," ungkap Grace di Komplek Pemkab Bandung, Senin, 30 Maret 2020.

Sementara kegiatan rapid test dengan mekanisme lain dilakukan 5 rumah sakit yang ada di Kabupaten Bandung. "Saat ini tes dengan mekanisme lainnya dilakukan 5 rumah sakit dan prosesnya tengah berjalan," ucapnya.

Baca Juga: DPR RI: Masalah Corona adalah Masalah Nasional

Rapid Test Massive Covid-19, lanjut Grace Mediana, dilakukan untuk mengetahui peta sebaran covid-19 di Kabupaten Bandung. "Tentunya kami berharap, seluruh peserta menunjukkan hasil negatif. Dengan demikian merupakan modal awal bagi Kabupaten Bandung untuk melakukan strategi langkah pencegahan selanjutnya. Kami tetap mensosialisasikan pola social distancing di masyarakat dengan lebih baik dan lebih waspada lagi," harap Grace.

Sementara Bupati Bandung H. Dadang M. Naser menyatakan,  untuk kecamatan di  Kabupaten Bandung zona merah, Rapid Test Covid-19 dilaksanakan melalui mekanisme door to door. "Berdasarkan data warga yang positif terpapar covid-19, itu kecamatan mana, desa apa terus di kampung mana. Nah, radius berapa rumah dari titik terpapar itu yang dites," katanya.

Baca Juga: Pastikan Alat dari Jakarta Bekerja, Bupati Cirebon Ikut Rapid Test COVID-19

Kang DN, panggilan akrab orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu menjelaskan, rapid test tidak diperuntukkan bagi seluruh masyarakat. Daftar peserta test sudah ditentukan oleh Dinkes dan tidak sembarang orang bisa mengikutinya.

“Tes ini uji petik, yaitu untuk menentukan wilayah mana yang akan mendapat penanganan lebih lanjut. Untuk warga yang ujug-ujug ingin dites, ditanya dulu alasannya apa? Kan Dinkes punya data, tidak semuanya  dites karena alatnya juga terbatas,” jelas nya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Siapkan Dana Rp 1,4 Triliun Bagi Perekonomian Masyarakat Jateng Akibat Virus Corona

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X