Ridwan Kamil Minta Masyarakat Empati pada Tenaga Medis dan Pasien Covid-19

- 29 Maret 2020, 20:24 WIB
GUBERNUR Jabar M Ridwan Kamil.* /HUMAS PEMPROV JABAR

PIKIRAN RAKYAT – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat berempati dengan tenaga kesehatan, orang dalam pemantauan (ODP) bahkan jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

Ia menyatakan itu lantaran saat ini mulai terdengar ada riak penolakan dari warga.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi adalah menampung tenaga kesehatan yang alami permasalahan sosial tersebut di BPSDM Jabar. 

Baca Juga: Rieke: Indonesia Jangan Hanya Andalkan Bantuan, Perlu Ada Riset Covid-19

"Di masyarakat ini banyak dinamika, satu adalah penolakan pasien-pasien yang meninggal dunia di pemakaman yang dekat dengan warga, kedua juga ada perawat-perawat yang enggak bisa pulang karena ditolak oleh ibu kos dan lingkungannya. Ini adalah fenomena sosial yang memprihatinkan,"kata Ridwan pada wartawan di Gedung Pakuan, Minggu, 29 Maret 2020.

Terkait PDP yang meninggal, Ridwan sampaikan bahwa pasien sudah meninggal, virus itu juga meninggal di dalam tubuhnya.

Dan kalau pasien meninggal di rumah sakit, rumah sakit melakukan proses pembalaman, proses penutupan dengan plastik  lalu masuk ke peti. 

Baca Juga: Cegah Virus Corona Masuk Bandung, Terminal Cicaheum Siap Ditutup

"Jadi sudah aman karena takut warga di dekat pemakaman inilah yang harus di edukasi,"ucap dia. 

Tapi apapun itu, kata Ridwan, pemerintah sudah menyiapkan juga beberapa makam khusus, yang jauh dari pemukiman penduduk untuk dijadikan alternatif bagi apa warga-warga yang meninggal karena Covid-19.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X