Dinkes Kota Bandung Akan Dapat 1.763 Alat Tes Covid-19, Banyak Masyarakat yang Ingin Rapid Test

- 28 Maret 2020, 13:41 WIB
PETUGAS medis mengambil sample darah kpiler salah seorang pewarta saat rapid test di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Jumat (27/3/2020). Pemeriksaan tersebut sebagai upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) khususnya di kalangan pewarta yang bertugas di Pemkot Bandung. /ARMIN ABDUL JABBAR/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung baru menerima 1.000 alat tes massal cepat (rapid test) coronavirus disease 2019 (Covid-19) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Jajaran Dinkes Kota Bandung telah mendistribusikan sejumlah alat tes tersebut ke puskesmas-puskemas yang terdapat orang dalam pemantauan (ODP) di lingkungannya. Dinkes Kota Bandung bakal beroleh 1.763 alat tes lagi dari Pemprov Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita menuturkan, berlaku klasterisasi kepada tiap-tiap individu yang perlu mengikut rapid test. Tenaga kesehatan, dan ODP menjadi prioritas kelompok yang mengikuti tes. Individu yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 juga termasuk dalam daftar prioritas.

Baca Juga: Cynthia Lamusu Memilih Ganti Parfum saat Terpaksa Harus Keluar Rumah di Tengah Pandemik Corona

"Tak semua harus mengikuti rapid test. Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat beserta Wali Kota Bandung, tenaga kesehatan, ODP, dan individu yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19," tutur Rita dalam siaran pers Humas Pemkot Bandung, Jumat 27 Maret 2020.

Rita mengatakan, terdapat masyarakat dengan jumlah banyak meminta agar dapat mengikuti rapid test. Sejumlah masyarakat tersebut berkondisi sehat, dan tak memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19.

Masyarakat yang termasuk dalam kelompok itu sebatas perlu menjaga imunitas beserta kondisi tubuh tetap sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Baca Juga: NU Kota Bandung Bentuk Posko Covid-19 dan Sediakan Bilik Sterilisasi

"Masyarakat jangan panik, tapi tetap waspada akan Covid-19. Tak perlu mengikuti tes seumpama tak mengalami gejala. Alat tes terbatas, kami perlu mengutamakan kelompok prioritas, terutama tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan. Mohon pengertian dari masyarakat," ucap Rita.

Perihal teknis pendistribusian alat tes, Rita mengatakan, menyerahkan ke tiap-tiap Puskesmas. Hal yang utama, tenaga kesehatan perlu lebih dulu mengikuti tes.

"Teknis distribusi, bisa petugas kesehatan yang mendatang mendatangi ODP secara door to door, atau mengundang (ODP) ke Puskesmas dengan mempertimbangkan berikut memerhatikan keamanan," tutur Rita.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X