Minggu, 31 Mei 2020

Ace Hasan : Peniadaan Salat Jumat di Masjid sebagai Langkah Antisipasi Penyebaran Virus Corona

- 18 Maret 2020, 11:17 WIB
ILUSTRASI suasana masjid. //pexels/vjapratama

PIKIRAN RAKYAT - Peniadaan salat berjamaah, termasuk Salat Jumat yang diadakan Masjid Raya Bandung sebagai tindak lanjut dari fatwa MUI. Hal ini merupakan bentuk langkah antisipasi yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah RI tentang social distancing dalam menghadapi persebaran virus Corona. 

"Apa yang dilakukan MUI merupakan bentuk kehati-hatian, agar kita semua tidak sampai terjangkit virus corona, akibat interaksi antara manusia," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR,  Ace Hasan Syadzily, saat dihubungi Rabu, 15 Maret 2020.

Baca Juga: KPK Periksa 13 Saksi Kasus Suap RTH di Porestabes Bandung

Peniadaan Salat Jumat ini, kata Ace, bagian dari menghindari kerumunan orang, yang kita belum tentu tahu apakah di antara mereka ada yang terjangkit Covid 19 atau tidak.

"Untuk menjaga supaya tidak menjangkiti, maka sebaiknya kita lebih baik menghindari kerumunan orang tersebut. Ini adalah bentuk kehati-hatian atau ikhtiayat," ucapnya.

Memang prinsip qaidah ushul fiqh, _dar’ul mafasid muqqadumun ‘ala jalbil mashalih_ atau menghindari kerusakan diutamakan daripada kemashalatan, merupakan salah satu prinsip dalam Islam.

Baca Juga: Warga Maluku Panik Ikan-ikan Hidup Terdampar Pertanda Kejadian Alam Besar, KKP Berikan Penjelasan

"Kita kan tidak pernah tahu apakah seseorang terjangkit virus Corona atau tidak. Hanya dengan langkah antisipatif, seperti social distancing kita dapat menghentikan persebaran virus ini," kata wakil dari Bandung Barat dan kabupaten Bandung ini.

Hanya, Ace mengingatkan,  fatwa ini berlaku pada daerah-daerah yang telah diidentifikasi memiliki potensi tersebar virus Corona. "Karena itu, apa yang difatwakan MUI ini juga harus terkoordinasi dengan Satgas Pemerintah yang menangani daerah-daerah yang diduga positif terjangkit penularan virus Corona ini," katanya.

Langkah ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Arab Saudi juga menerapkan fatwa yang sama. "Demikian juga dengan di Mesir yang fatwanya dikeluarkan oleh Majlis Fatwa Universitas Al-Azhar," tuturnya. 

Baca Juga: Dikabarkan Jadi Suspect COVID-19, Kepala Pustral Universitas Gajah Mada Tegaskan Dirinya Sehat

Berkaca pada kasus persebaran Covid 19 di Malaysia, yang diduga penularannya berasal dari acara Tablig Akbar, maka sebaiknya kita menaati apa yang disarankan Pemerintah dan Fatwa MUI ini sebagai bagian dari social distancing. 

“Cara dan sikap kita yang menjaga kebersihan, mengikuti saran untuk social distancing dan sebagaimana Fatwa MUI ini merupakan bentuk kontribusi kita untuk melawan Covid 19 agar dapat diselesaikan dengan cepat di Indonesia," katanya. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X