Pengusaha Lokal Jabar Harus Mampu Tangkap Peluang Bisnis Skala Besar, Arifin : Kawasan Industri Segitiga Rebana Harus Dimanfaatkan Optimal

- 9 Maret 2020, 18:33 WIB
ILUSTRASI pengusaha Indonesia.*/DOK. PR /null

PIKIRAN RAKYAT - Para pengusaha Jawa Barat khususnya yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat, didorong mampu menangkap potensi lokal Jawa Barat. Peranan pengusaha lokal Jawa Barat, diharapkan mampu berkolaborasi dengan investor dari luar dan mampu meningkatkan optimalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pengusaha lokal Jawa Barat didorong mampu proaktif menangkap peluang bisnis di Jawa Barat. Terlebih saat ini, Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) telah membentuk kawasan industri baru yakni Segitiga Rebana di daerah Majalengka dan sekitarnya,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat M. Arifin Soedjayana saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengenai peranan HIPMI Jawa Barat, Senin 9 Maret 2020.

Baca Juga: Filter Efek Instagam Dibanjiri Tema Virus Corona

Dengan hadirnya kawasan industri Segitiga Rebana ini, lanjut Arifin, harus mampu dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mengembangkan usahanya.

Dalam mendongkrak peran pengusaha lokal Jawa Barat, lanjut Arifin, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus membuka pintu kolaborasi dan koordinasi dengan HIPMI Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Arifin juga mengatakan, selain mampu menangkap peluang bisnis skala besar, optimalisasi peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat juga harus mampu ditingkatkan.

Baca Juga: Truk ODOL Dilarang Melintas di Jalan Tol Tanjung Priok - Bandung, Kendaraan yang Melanggar Akan Ditilang atau Dikeluarkan dari Tol

“HIPMI ini kan sebagian besarnya pengusaha muda. Tentunya harus lebih proaktif. Bagaimanapun juga, pengusaha di Jawa Barat ini adalah UMKM. Nah, bagaimana peran UMKM pun dapat juga lebih ditingkatkan. Jadi porsi (bisnis) yang besarnya iya (mampu dimanfaatkan), tapi porsi UMKM-nya pun harus bisa digenjot untuk mampu meningkatkan skala usahanya,” ujar dia.

loading...

Sementara itu, dalam keterangan resmi yang diterima dari Humas Pemprov Jabar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta para pengusaha untuk memanfaatkan peluang dari tingginya nilai investasi yang masuk ke Jabar setiap tahunnya. Pada 2019, investasi yang terealisasi di Jabar mencapai Rp 137,5 triliun.

Baca Juga: Meningkat Drastis, Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Jadi 19 Orang

“Provinsi yang nilai konkret investasinya terbesar di Republik Indonesia adalah Provinsi Jawa Barat. (Investasi) kita sendiri Rp 137,5 triliun yang hadir di Jawa Barat. Membawa pekerjaan, membawa transfer teknologi, dan lain sebagainya,” Ridwan Kamil di acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat di Karawang, Senin (9/3/2020).

Untuk itu, Ridwan Kamil pun meminta pengusaha lokal di Jabar tidak hanya menjadi penonton agar muncul konsep ekonomi berkeadilan, yaitu pengusaha lokal berpartisipasi mensukseskan investasi. Gubernur menjelaskan, sejumlah langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui lima strategi ekonomi. Strategi ekonomi tersebut di antaranya, ekonomi infrastruktur, ekonomi berkelanjutan (berkaitan dengan pengelolaan sampah), pembangunan ekonomi inklusif yang menyasar masyarakat ekonomi menengah ke bawah, ekonomi digital, dan strategi ekonomi pariwisata.

“Pariwisata akan menjadi motor penggerak ekonomi Jabar melalui berbagai sumber daya alamnya yang indah dan memesona. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat merevitalisasi dan mengembangkan berbagai destinasi wisata baru di 27 kabupaten/kota. Setengah triliun kami habiskan tahun lalu untuk membangun destinasi pariwisata. Bulan ini kami akan ada Tourism Summit, 100 titik pariwisata Jabar akan dilelang ke pengusaha-pengusaha Jabar,” ujar dia. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X