Minggu, 7 Juni 2020

Berusia 20 Tahun Lebih, Angkot Tua di Kota Bogor akan Direduksi untuk Kurangi Kemacetan

- 9 Maret 2020, 14:47 WIB
PEMERINTAH Kota Bogor akan mengurangi jumlah angkutan tua di Kota Bogor. Angkutan berusia lebih dari 20 tahun akan direduksi untuk mengurangi kemacetan di jantung Kota Hujan.* /WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Kota Bogor akan mengurangi jumlah angkutan tua di Kota Bogor. Angkutan berusia lebih dari 20 tahun akan direduksi untuk mengurangi kemacetan di jantung Kota Hujan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo menuturkan, pola pengurangan angkot yang disepakati Dishub dengan pengelola angkot berbadan hukum adalah reduksi konversi 2:1.

Artinya, dua unit angkot tua akan dibesituakan dan digantikan dengan satu unit angkot tahun muda atau bisa juga baru, menyesuaikan kemampuan pengelola.

Baca Juga: Kapal Pesiar Grand Princess dengan Penumpang Terinfeksi COVID-19 akan Berlabuh, Pihak Kesehatan Minta Lakukan Tindakan Ketat

Pemerintah Kota Bogor menargetkan 635 angkot tua berkurang di Kota Bogor. Pemkot Bogor menargetkan, pengurangan itu bisa rampung hingga akhir 2020.

“Sampai sekarang, sudah ada 69 angkot yang mengikuti program ini, 10 unit sudah di scrapping di Balai Kota, nanti sisanya menyusul secara bertahap,” kata Eko, Senin 9 Maret 2020.

Menurut Eko, program reduksi konversi angkutan tersebut berpedoman pada Perda Nomor 10 Tahun 2019, Surat Edaran Wali Kota dan Surat Edaran Kadishub. Angkot yang direduksi hanya trayek angkot yang melintasi jalur Sistem Satu Arah (SSA).

Baca Juga: Negara Merugi hingga Rp 2,7 Triliun, Empat Saksi Dipanggil KPK dalam Kasus Koruspi Izin Tambang

Setidaknya terdapat lima trayek angkot yang melintasi SSA. Yakni trayek 02 Sukasari-Bubulak, 03 Baranangsiang-Bubulak, 09 Warung Jambu-Ciparigi, 07 Merdeka-Warung Jambu dan 21 Ciawi-Bubulak.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X