Minggu, 7 Juni 2020

Kelestarian Ekosistem Hutan Gunung Masigit Kareumbi Harus Tetap Dijaga

- 6 Maret 2020, 13:58 WIB
FOTO ilustrasi hutan hujan.*/DOK. PR /null

PIKIRAN RAKYAT - Meski dikenal sebagai taman buru, ekosistem hutan di Gunung Masigit Kareumbi harus tetap dijaga. Hal itu didasarkan pada kondisi Gunung Masigit Kareumbi, sebagai salah satu kawasan aliran Sungai Citarik yang juga turut mengaliri Sungai Citarum.

Wakil Manajer Gunung Masigit Kareumbi Darmanto saat dikonfirmasi, Kamis 5 Maret 2020 mengatakan, keberadaan Hutan Gunung Masigit Kareumbi mempunyai timbal balik, baik bagi Sungai Citarik maupun Sungai Citarum.

Meski kawasan Hutan Gunung Masigit Kareumbi dikenal pula sebagai taman buru, namun pihaknya mempunyai orientasi lebih untuk mengembalikan ekosistem hutan seutuhnya. Salah satunya yang dilakukan pihaknya berupa upaya penghijauan dengan menjadikan kawasan ini tempat konservasi pohon.

Baca Juga: Teman vs Pacar, Mana yang Harus Jadi Prioritas?

“Sejalan dengan itu, satwa-satwa di hutan pun diharapkan dapat kembali hidup, karena lahan yang dihuninya kembali lestari. Taman buru pun bukan jadi sekedar sematan di Gunung Masigit Kareumbi. Lebih jauh, ekosistem yang terjaga bakal pula meminimalisir dampak bencana dari keberadaan Sungai Citarik atau pun Sungai Citarum yang kemudian hanya beroleh kejernihan air Sungai Citarik,” ujar dia.

Untuk diketahui, berdasarkan dari beberapa informasi yang dihimpun, Sungai Citarik merupakan salah satu aliran sungai yang turut juga mengaliri Sungai Citarum, selain dari Situ Cisanti yang menjadi hulu Sungai Citarum.

Baca Juga: Dukcapil Diharapkan Tak Gunakan Suket, Mendagri Siapkan 16 Juta Keping Blangko KTP-El

Sungai Citarik yang membentang luas di areal Hutan Gunung Masigit Kareumbi. Sedangkan hulu Sungai Citarum berasal dari Situ Cisanti yang terletak di kaki Gunung Wayang. Di Situ Cisanti, terdapat tujuh mata air di antaranya Pangsiraman, Cikolobere, Cikawadukan, Cikahuripan, Cihaniwung, dan Cisanti.

Dianggap pentingnya keberadaan Sungai Citarik terhadap aliran Sungai Citarum ini, Komandan Sektor 21 Citarum Harum Kolonel Infanteri Yusep Sudrajat mengatakan, ekosistem di Hutan Gunung Masigit Kareumbi yang menjadi patut dijaga kelestariannya. Yusep mengungkapkan, Sungai Citarik memiliki panjang sekitar 42 kilometer. Panjang itu diambil berdasarkan jarak dari kawasan Hutan Gunung Masigit Kareumbi sampai alirannya menyentuh Sungai Citarum.

Baca Juga: Netflix Segera Hadirkan Teror Zombie dalam Serial Kingdom Season 2

Namun, lanjut Yusep, sama seperti keberadaan Kawasan Hutan Gunung Masigit Kareumbi, sungai ini membentang luas karena masuk ke wilayah Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bandung.

“Citarik itu yang mengaliri Citarum. Jadi hulu Sungai Citarum yang sekarang kita sampaikan ke masyarakat itu kan dari Gunung Wayang, tetapi sebetulnya mata air Citarum itu banyak sumbernya. Salah satunya ya Citarik,” kata Yusep.

Dia menegaskan, sebagai kawasan yang memiliki kontribusi terhadap dua aliran sungai ini maka Hutan Gunung Masigit Kareumbi patut dijaga. Ekosistem hutan yang dirawat tidak secara langsung, membuat keberadaan sungai-sungai ini tetap bisa dialiri. Selain sebagai tempat penyimpan air, hutan juga memiliki kontribusi terhadap kualitas air yang bersih.

Baca Juga: Akan Sulit Dimanipulasi, Pendidikan Antikorupsi Berbasis Komputer Mulai Sasar Madrasah

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X