Minggu, 5 April 2020

Danau Buatan, Bisa Jadi Solusi Atasi Banjir, Dedi : Untuk Daerah Banjir, Bangunlah Rumah Panggung

- 27 Februari 2020, 17:17 WIB
FOTO ilustrasi banjir .*/DOK. PR /null

PIKIRAN RAKYAT - Meningkatnya intensitas hujan dan banjir yang melanda beberapa daerah harus menjadi evaluasi bersama. Maka, diperlukan rekayasa teknis secara nyata dari pemerintah, agar musibah saat musim hujan ini tidak kembali terjadi.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menilai, ada beberapa hal yang harus dibenahi bersama. Dia mengatakan, saat ini rata-rata jalan dibeton dan nyaris tak ada drainase, akibatnya air menumpuk mengakibatkan banjir.

"Untuk mengatasi banjir perlu dilakukan sejumlah hal. Di antaranya, pelebaran sungai dan pengangkatan sedimentasi dari dalam sungai," ujar Dedi saat dikonfirmasi seusai meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Desa Karang Linggar, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Kamis, 27 Februari 2020.

Baca Juga: Jamie Vardy Puasa Gol dalam 9 Laga Beruntun, Pelatih Leicester City Tetap MembelaBaca Juga: Jamie Vardy Puasa Gol dalam 9 Laga Beruntun, Pelatih Leicester City Tetap Membela

Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengantarkan langsung bantuan makanan untuk warga korban banjir di Desa Karang Linggar itu. Desa itu menjadi satu dari sekian desa di Kabupaten Karawang yang dua hari terakhir ini terendam banjir.

Selain memberikan bantuan langsung, Dedi Mulyadi juga meninjau sejumlah titik banjir terparah dan memberikan semangat kepada warga korban banjir.

Menurut Dedi, untuk mengatasi banjir perlu dilakukan sejumlah hal. Di antaranya, pelebaran sungai dan pengangkatan sedimentasi dari dalam sungai.

Baca Juga: Aman, Stok Beras Ramadan dan Lebaran, Meskipun Ada Potensi Gagal Panen

"Juga perlu dibuat danau, ya tiga atau lima hektare lah, agar air ngumpul di situ. Untuk rumah-rumah yang berpotensi tergenang banjir, sebaiknya dibikin rumah panggung," ujar Dedi.

Menurut Dedi, dulu di Karawang juga terjadi banjir, namun air hanya menggenangi pesawahan. Kini jika terjadi banjir, air menggenangi permukiman warga.

"Karawang itu akan asal katanya dari Karawaan atau terdiri dari rawa-rawa. Makanya rawa-rawa itu harus dipertahankan. Artinya peningkatan ekonomi itu harus disertai dengan perlindungan konservasi alam," kata Dedi.

Baca Juga: Tahanan Tanpa Status Jelas Jangan Terlalu Lama Tinggal di Lapas

Menurut Dedi, perlindungan konservasi yang digalakkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, pemetaannya harus ditindaklanjuti oleh Kementerian Tata Ruang dan Agraria.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X