Selasa, 7 April 2020

Angka Trafficking di Jabar Masih Tinggi, Ade : Solusinya dengan Memperkuat Perekonomian Kaum Perempuan

- 25 Februari 2020, 15:42 WIB
PARTAI Golkar.* /DOK. PR

PIKIRAN RAKYAT - Tingginya angka trafficking di Jawa Barat menjadi perhatian serius Partai Golkar. Untuk menekan angka tersebut, Partai Golkar Jawa Barat menyatakan perang terhadap segala bentuk praktik trafficking

“Itu sekaligus bentuk nyata bahwa Partai Golkar menghormati martabat kaum perempuan yang kerap menjadi korban trafficking. Kita akan perangi semua praktik trafficking yang sangat merendahkan martabat dan nilai-nlai kemanusiaan,” ucap Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Ade Barkah Surachman, di Bandung, Selasa, 25 Februari 2020.

Ade yang menjadi salah satu kandidat Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat periode 2020-2025 itu mengatakan, salah satu cara yang akan ditempuh untuk menekan angka trafficking yang tinggi  itu, dengan membantu memperkuat perekonomian para kaum perempuan .

Baca Juga: Imbangi Rekor Manchester City, Berikut Rekor yang Sudah Dicapai dan Bisa Liverpool Pecahkan hingga Akhir Musim

“Kita ingin mereka bisa mendapat penghasilan yang layak tanpa harus jadi korban trafficking. Kita ingin membantu mereka semisal dengan pelatihan keterampilan menjadi baby sitter. Kita juga ingin agar kaum perempuan terlinat aktif dalam pengembangan UMKM berbasis aplikasi yang sekarang tengah berkembang pesat,” kata Ade.

Dalam memperkuat perekonomian kaum perempuan ini, Ade menjelaskan, akan membuat sistem ekonomi kerakyatan berbasis kolaborasi. Sistem ini dirasakan mampu menjawab tantangan zaman yang semakin canggih dan penuh ketidakpastian seperti saat ini.

"Jadi misalnya kita buat usaha pembuatan makanan yang disesuaikan dengan wilayah. Misal di Cianjur kita ada tauco, nah tauco ini kita sedikit upgrade agar rasanya tidak membosankan. Semisal nanti ada tauco rasa barbeque, rasa balado atau apalah nanti kita pikirkan," katanya.

Baca Juga: Usai Berpesta Tanpa Gunakan Masker, Jackie Chan Jalani Karantina karena Diduga Terinfeksi Virus Corona

Nantinya setiap desa, lanjut Ade Barkah, akan dibagi tugas yang terstruktur. Semisal di desa A ada 4 RW, RW 1 membuat tauco biasa, RW 2 membuat bumbu rasa barunya, RW 3 membuat kemasan, RW 4 bisa pada bagian promosi‎. 

"Nah yang bagian promosi ini kita berikan ke anak-anak perempuan yang muda, mereka jual produk desa mereka melalui aplikasi. Jadi penjualannya nanti bisa menasional karena dibeli secara online termasuk dengan pengiriman," katanya.

Setelah keuntungan didapat dari penjualan, lanjut Ade,‎ maka keuntungan akan bisa masuk ke kas desa. Hanya saja dibutuhkan kejujuran yang tinggi dari pihak yang akan mengelola keuntungannya tersebut.

Baca Juga: Pendaftaran SNMPTN untuk Calon Mahasiswa dari Keluarga Tidak Mampu Diperpanjang

"Hasilnya bisa dibagi rata atau tergantung dari modal yang dikeluarkan masing-masing. Tapi saya jamin penjualan akan meningkat dibanding dari biasanya," katanya.

Selain ekonomi kerakyatan berbasis kolaborasi, cara lain yang ditempuh adalah dengan membangun kursus singkat baby sitter. "Kursusnya kita sediakan di balai desa setempat di wilayah-wilayah yang rawan trafficking. Misalnya di desa-desa di Indramayu, Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan lainnya," katanya.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X