Senin, 6 April 2020

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Pantau Keluarga Pasien Suspect Corona Selama Dua Pekan

- 24 Februari 2020, 15:59 WIB
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mengonfirmasi bahwa pasien dugaan penyakit virus Corona (Corvid-19) yang tengah ditangani di Rumah Sakit Hasan Sadikin, merupakan warganya. Meskipun demikian, sejauh ini keluarga pasien asal Kecamatan Ibun tersebut dipastikan tidak tertular, namun kondisinya terus dipantau hingga dua pekan ke depan.

Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Grace Mediana tidak berbicara banyak saat "PR" mengonfirmasi masalah ini, tetapi ia tak menampik informasi tersebut benar adanya.

"Benar, sekarang pasien sedang dalam pengawasan di RSHS," ujarnya saat dihubungi Senin 24 Februari 2020.

Baca Juga: Di Tengah Guyuran Hujan, Ade S Berhasil Gagalkan Percobaan Bunuh Diri yang Hendak Dilakukan Ibu Muda

Sementara itu Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi P2P Dinkes Kabupaten Bandung Edy Kusno membenarkan bahwa Pasien X asal Ibun tersebut diduga terjangkit Corvid-19 sepulang dari perjalan ke luar negeri.

"Awalnya pasien X pulang dari Thailand dan Singapura, lalu pulang ke Indonesia pada Jumat 20 Februari 2020," ucapnya.

Pasien X tersebut, kata Edy, lolos dari Thermal Scanner atau pengukur suhu badan di bandara. Namun setibanya di rumah, ia mengalami gejala yang diduga mirip gejala Corvid-19.

Baca Juga: 50 Persen Koperasi di Jabar Tinggal Papan Nama, Bank Emok Makin Agresif Menjalankan Aksinya

Edy menambahkan, Pasien X kemudian berobat ke dokter yang ada di Kecamatan Ibun. Karena tak kunjung sembuh, ia pun langsung melakukan pengecekan ke Laboratorium RSUD Majalaya.

Berdasarkan pemeriksaan dan hasil lab, pasien ternyata mengalami gejala pneumonia. Sehingga pihak RSUD Majalaya langsung merujuk Pasien X tersebut ke RS Hasan Sadikin.

"Karena kita harus ada kewaspadaan dini, kemudian Pasien X di rujuk ke RSHS karena peralatannya lengkap. Kemudian diperlakukan sebagai suspek terduga terjangkit virus corana, sehingga pasien mendapatkan perwatan di RSHS," kata Edy.

Baca Juga: Pelatih Persib Robert Alberts Semakin Puas dengan Kualitas Rumput Stadion GBLA

Tak berhenti sampai di situ, Edy menegaskan bahwa pihaknya pun langsung mengambil tindakan lainnya, yakni melakukan investigasi ke keluarga pasien tersebut. Namun dari hasil pemeriksaan awal oleh Puskesmas setempat, semua anggota keluarga Pasien X dinyatakan sehat dan tidak mengalami gejala Vorvid-19.

"Meskipun demikian, kami tetap akan melakukan pemantauan selama 14 hari terhadap pihak keluarga Pasien X. Apabila dalam kurun waktu tersebut ada gejala serupa, kami pun akan langsung berkoordinasi dengan RSHS," tutur Edy.

Edy menambahkan, pihaknya terpaksa melakukan semua ini karena Pasien X telah melakukan sebelumnya telah perjalanan ke Thailand dan Singapura. Seperti diketahui, saat kedua negara tersebut memang telah terjangkit virus Corona.

Baca Juga: Meggy Wulandari Sebut Kiwil Lebih Perhatian pada Istri Pertama, Rohimah: Rumah Tangga Saya Nggak Lempeng-lempeng Saja

"Terlepas Pasien X terkena atau tidak, tetapi apabila ada gejala kesana. Oleh karena itu kami harus melakukan deteksi dini dan segera melakukan penanganan, karena penyebaran virus corona sangat cepat," kata Edy.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun "PR", Pasien X melakukan perjalanan ke Malaysia, Singapura dan Thailand pada 11-16 Februari 2020 lalu. Ia kemudian mulai mengalami gejala pusing dan deman saat kembali ke rumahnya pada 20 Februari 2020.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x