Senin, 6 April 2020

50 Persen Koperasi di Jabar Tinggal Papan Nama, Bank Emok Makin Agresif Menjalankan Aksinya

- 24 Februari 2020, 15:51 WIB
ILUSTRASI bank emok.* /ALI PARMA/PR

PIKIRAN RAKYAT - Dari 13.000 koperasi di Jawa Barat sekitar 50 persennya tinggal papan nama, karena tak aktif sama sekali.

Di lain pihak banyak bank emok atau lintah darat yang memanfaatkan badan hukum koperasi untuk menjalankan aksinya.

Hal itu dikatakan Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM), Rulli Indrawan, di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Minggu, 23 Februari 2020.

Baca Juga: Pelatih Persib Robert Alberts Semakin Puas dengan Kualitas Rumput Stadion GBLA 

"Saat ini banyak  koperasi yang berubah menjadi bank gelap dan  sebaliknya banyak bank gelap yang berkedok koperasi," kata Rulli.

Koperasi itu papan namanya saja, sedangkan praktiknya bank emok atau rentenir.

"Umumnya bank gelap yang berkedok koperasi tidak berbadan hukum. Ini harus dibenahi, masyarakat harus mengawasi koperasi yang menyimpang dari fungsinya. Beritahu kami, jika ada koperasi yang menyimpang, ” jelasnya. 

Baca Juga: Meggy Wulandari Sebut Kiwil Lebih Perhatian pada Istri Pertama, Rohimah: Rumah Tangga Saya Nggak Lempeng-lempeng Saja

Mengenai koperasi yang sudah tua aktif lagi usahanya, Rulli mengatakan,  secara nasional pemerintah  sudah menutup 81.000 koperasi, akibat tidak aktif.

"Saat ini jumlah koperasi di Indonesia yang masih bertahan ada 126.000 dengan rutin menggelar rapat anggota tahunan," katanya.

Baca Juga: Robert Alberts Akui Sudah Dapatkan Komposisi Tim dan Pemain yang Akan Menjadi Kapten

Sementara di Jawa Barat, kata Rulli, dari data yang masuk ada 13.000 koperasi, tapi 50 persennya  tidak aktif dan badan hukumnya telah dicabut.

"Tetapi kita harus bijaksana, karena Perseroan Terbatas (PT) pun tidak semuanya aktif.  Dengan ditutupnya 81.000 koperasi, jangan dibuat stigma koperasi itu jelek. Namanya juga usaha, kadang maju kadang juga  stagnan, bahkan mundur dan bangkrut,” tuturnya. ***


Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x